Ways to Live Forever – Sally Nicholls

Setelah Aku Pergi (Ways to Live Forever)Title : Ways to Live Forever (Setelah Aku Pergi)
Author : Sally Nicholls (2008)
Translator : Tanti Lesmana
Publisher : Gramedia Pustaka Utama
Edition : Cetakan keempat, Juni 2009
Format : Paperback, 216 pages

Ini adalah buku harian Sam, bocah sebelas tahun pengidap leukemia. Sam bercerita tentang fakta-fakta, tentang pemikirannya, tentang hidupnya (yang mungkin tidak akan lama lagi), tentang keluarganya, tentang sahabatnya—Felix, dan apa pun yang ingin ditulisnya.

Jika kita tahu bahwa hidup kita tidak akan lama lagi, apa yang akan kita lakukan? Kalau Sam, dia menulis. Bermula dari gurunya, Mrs. Willis yang datang seminggu tiga kali untuk mengajarnya dan Felix—yang juga pengidap kanker, ide untuk menulis didapatkan Sam. Berbeda dengan Felix yang pemberontak, karakter Sam lebih tenang. Saat memutuskan untuk menulis, dia tidak bisa berhenti. Dia menuliskan pertanyaannya, mencari jawabannya, mengumpulkan serangkaian fakta untuk menunjang jawabannya, dan menarik kesimpulan, atau, mungkin tidak ada kesimpulan yang bisa ditarik.

PERTANYAAN-PERTANYAAN TAK TERJAWAB

Kenapa Tuhan membuat anak-anak jatuh sakit? (p.38)

Sakitkah kalau mati? (p.114)

Kenapa sih orang mesti mati? (p.142)

Melalui suara polos Sam, kita dapat melihat ketakutan anak-anak pengidap kanker, kekhawatiran mereka, kemarahan mereka, tetapi di balik itu semua, mereka tak bisa mengingkari kenyataan, kenyataan bahwa mereka semakin sakit dan tubuh mereka semakin lemah. Dari kenyataan itulah mereka bersiap, dari kenyataan itulah mereka menjadi kuat dan menguatkan orang-orang di sekitarnya.

Buku ini ditulis dengan sederhana, melalui kacamata seorang Sam, kita diajak untuk mengikuti pemikiran dan emosinya. Bagaimana hari-hari akhir yang dilewatkannya bersama keluarganya, hubungan dengan sahabat dan kerabatnya. Bagian favorit saya adalah saat Sam melakukan hal yang diinginkannya satu per satu. Setelah diminta Mrs. Willis untuk menuliskannya, Sam tidak berpikir sedikit pun bahwa dia bisa mewujudkannya, sampai Felix dengan ide-ide gilanya (baca: brilian) menunjukkan bahwa segala sesuatu itu mungkin dia lakukan. Kemudian, ayah Sam yang pada mulanya menolak menerima penyakit anaknya, perlahan berubah dan menggenapi keinginan-keinginan Sam yang tidak bisa diwujudkannya bersama Felix. Bagian-bagian itu adalah bagian yang menunjukkan harapan, yang tidak perlu dipupuskan oleh usia. Juga perdamaian sang ayah dengan penyakit anaknya, yang secara tersirat bisa kita tangkap dari cerita Sam.

Mau tidak mau, ada rasa sesak saat membaca buku ini. Periode tulisan Sam tidak panjang, hanya tertanggal 7 Januari sampai 12 April, hari-hari yang dituliskannya pun tidak panjang. Tak ada penjelasan panjang lebar tentang penyakit Sam ataupun uraian rinci tentang leukemia, hanya menyajikan sekilas beberapa gejala yang dialami Sam dan prosedur yang harus dijalaninya. Oleh karenanya, fokus utama buku ini tetap pada kehidupan Sam, tanpa kita kehilangan fakta tentang apa yang dihadapinya. Penulis ternyata berhasil memilah hal-hal yang diceritakannya dengan cukup baik. Dia berhasil menghidupkan Sam, menghidupkannya melalui kata-katanya, untuk selamanya.

Kalian boleh saja sedih, tapi tidak boleh terlalu sedih. Kalau kalian selalu sedih waktu memikirkan aku, bagaimana kalian bisa mengingat aku? (p.212)

3.5/5 bintang untuk kehidupan singkat yang bermakna.

Review #15 for Lucky No.14 Reading Challenge category Blame it on Bloggers (I forget who, it appeared in a group chat)

Review #8 for 2014 TBRR Pile Reading Challenge

Juli #2 : sicklit

6 responses to “Ways to Live Forever – Sally Nicholls

  1. Aku mbrebes mili baca buku ini. Apalagi waktu bagian Felix pergi T_T

  2. aku jugaaa nangis2 parah.. buatku buku ini lebih sedih dari tfios heheh karena berhasil mengangkat sudut pandang anak2 sih.. hikshiks

  3. Pingback: 2014 TBRR Pile Wrap Up | Bacaan B.Zee

  4. Pingback: Lucky No. 14 Reading Challenge Wrap Up | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s