The Adventure of the Noble Bachelor – Sir Arthur Conan Doyle

Title : The Adventures of Sherlock Holmes
Author : Sir Arthur Conan Doyle (1892)
Publisher : Project Gutenberg
Edition : Ebook #1661, 12th edition, November 2002

Contents:

  1. A Scandal in Bohemia
  2. The Red-Headed League
  3. A Case of Identity
  4. The Boscombe Valley Mystery
  5. The Five Orange Pips
  6. The Man with the Twisted Lip
  7. The Adventure of the Blue Carbuncle
  8. The Adventure of the Speckled Band
  9. The Adventure of the Engineer’s Thumb
  10. The Adventure of the Noble Bachelor
  11. The Adventure of the Beryl Coronet
  12. The Adventure of the Copper Beeches

The Adventure of the Noble Bachelor

Beberapa minggu sebelum pernikahan Watson–saat dia masih tinggal di Baker Street, ada berita menghebohkan tentang pernikahan seorang bangsawan–Lord Robert St. Simon. Berkat saran dari Lestrade, Lord St. Simon menghubungi Holmes untuk membantunya dalam kasus pelik dan aneh yang tak kunjung ditemukan titik terangnya.

“Yes, my correspondence has certainly the charm of variety,” he answered, smiling, “and the humbler are usually the more interesting. This looks like one of those unwelcome social summonses which call upon a man either to be bored or to lie.” –Sherlock Holmes

Namun setelah membaca surat dari sang bangsawan, Holmes membuat sebuah pengecualian.

St. Simon bertemu dengan calon istrinya itu di Amerika Serikat. Dalam beberapa pertemuan, orang-orang sekitar mereka mendukung pernikahan itu oleh karena latar belakang keduanya yang baik, meski tak banyak yang mengenal si wanita saat di Amerika. Keduanya sangat serasi dan bahagia menyambut pernikahan itu, hingga menjelang resepsi, Lady St. Simon—yang telah resmi dinikahi, tiba-tiba berubah sikap dan menjadi murung. Beberapa saat kemudian terjadi keributan yang dipicu oleh seorang teman wanita Lord St. Simon, hingga tak ada yang menyadari hilangnya Lady St. Simon. Polisi telah dikerahkan untuk pencarian, tetapi tak ada kemajuan dari penyelidikan Lestrade, yang menangani kasus ini.

“Should you be fortunate enough to solve this problem,” said our client, rising.
“I have solved it.”
“Eh? What was that?”
“I say that I have solved it.”
“Where, then, is my wife?”
“That is a detail which I shall speedily supply.”
Lord St. Simon shook his head. “I am afraid that it will take wiser heads than yours or mine,” he remarked, and bowing in a stately, old-fashioned manner he departed.
“It is very good of Lord St. Simon to honour my head by putting it on a level with his own,” said Sherlock Holmes, laughing.

Keuntungan dari membaca kasus Holmes satu per satu adalah bahwa lama-kelamaan, kita bisa mengetahui ke mana arah penyelidikan Holmes, walaupun hanya sepersekiannya saja. Dalam kasus ini, penceritaan penulis jelas mengarahkan kita untuk berpikir tentang kehidupan sang Lady di Amerika, meski samar-samar agak sulit juga mencari hubungannya. Sama seperti Holmes sendiri yang dengan menghadapi kasus serupa, dia bisa mengarahkan pikirannya ke arah yang benar. Mungkin posisi pembaca hampir sama seperti Watson, yang masih sedikit pengalamannya dibanding Holmes.

“But I have heard all that you have heard.”
“Without, however, the knowledge of pre-existing cases which serves me so well.”

Meski begitu, Holmes tak pernah mengecilkan peran Watson.

“… Do not dream of going, Watson, for I very much prefer having a witness, if only as a check to my own memory.”

Kebiasaan Holmes untuk tak mengungkapkan deduksinya sebelum mendapatkan fakta membuat orang-orang di sekitarnya–termasuk Watson, polisi, maupun kliennya sulit untuk mengikuti cara kerja Holmes. Dalam kasus ini, Holmes yang tiba-tiba mendapatkan petunjuk dari sesuatu yang dianggap tak penting oleh Lestrade, membuat sang polisi meragukan ‘kewarasan’nya karena pemikiran yang agak aneh.

“Just one hint to you, Lestrade,” drawled Holmes before his rival vanished; “I will tell you the true solution of the matter. Lady St. Simon is a myth. There is not, and there never has been, any such person.”
Lestrade looked sadly at my companion. Then he turned to me, tapped his forehead three times, shook his head solemnly, and hurried away.

Dan akhirnya, ada sesuatu di luar kasus yang juga menarik, yaitu pendapat Holmes (yang kemungkinan besar adalah pendapat sang penulis) tentang negaranya.

“It is always a joy to meet an American, Mr. Moulton, for I am one of those who believe that the folly of a monarch and the blundering of a minister in far-gone years will not prevent our children from being some day citizens of the same world-wide country under a flag which shall be a quartering of the Union Jack with the Stars and Stripes.”

2 responses to “The Adventure of the Noble Bachelor – Sir Arthur Conan Doyle

  1. Pingback: The Adventures of Sherlock Holmes – Sir Arthur Conan Doyle | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s