Courrier Sud – Antoine de Saint-Exupéry

pesawat pos selatanTitle : Courrier Sud (Southern Mail/Pesawat Pos Selatan)
Author : Antoine de Saint-Exupéry (1929)
Translator : Prof. Dr. Apsanti Djokosujatno
Publisher : Komodo Books
Edition : Cetakan Pertama, Februari 2010
Format : Paperback, 190 pages

Jacques Bernis adalah salah satu dari penerbang pada masa itu, di masa awal abad kedua puluh, di saat pesawat, peralatan navigasi dan komunikasi belum secanggih sekarang. Pada masa itu—setidaknya bagi Bernis, atau bagi penulis sendiri—terbang adalah suatu kehidupan tersendiri. Para penerbang merasakan hidup yang berbeda saat mereka di udara, dimana segalanya terlihat lebih familiar ketimbang saat mereka berada di tempat mereka berasal.

…kami tidak bisa merasa terasing di padang pasir: kami perlu kembali ke rumah untuk membayangkan keterasingan kami, dan melihatnya dalam bingkai tersebut. (p.18)

Sebagai penerbang pesawat pos Afrika, tugas Bernis adalah menyampaikan surat-surat dari belahan bumi yang satu ke belahan bumi yang lain. Berita-berita mengenai keluarga dan para kekasih. Hidup dan kerinduan orang lain, meski hidup dan kerinduannya sendiri memiliki kisah yang berbeda.

Waktu fajar menyingsing, kau harus membawa dengan kedua tanganmu renungan-renungan suatu bangsa. Dengan kedua tanganmu yang lemah. Membawanya menerjang beribu kendala, seperti harta karun di balik baju hangatmu. Surat-surat berharga, kata orang padamu, surat-surat yang lebih berharga daripada hidupmu. Dan begitu rapuh.
Dan bahwa sebuah kesalahan akan menebarkannya dalam api, mengaduknya dengan angin. (p.28-29)

Akan tetapi, saat Bernis kembali ke daratan—ke kampung halamannya, dia mendapati dirinya kembali pada kehidupan yang masih sama dengan saat dia tinggalkan. Kehidupan statis yang jauh berbeda dengan saat dia berada di angkasa. Kehidupan yang kini terasa sangat asing. Pun kisah percintaannya dengan Geneviève, pujaan hatinya sejak lama, seperti terhalangi oleh sebuah dinding yang memisahkan penerbang dengan manusia daratan. Apakah jalan yang dipilihnya memang membawanya berakhir dalam kesepian?

Mereka ingin mengetahui kehausannya untuk bertindak, gemuruh bunyi mesin pesawatnya, dan mengapa memangkasi perdu-perdu mawar setiap sore seperti mereka bagi kami tidak cukup untuk merasa bahagia.
…..
… Dan karena guru kami yang paling tua memimpikan betapa satu-satunya kebenaran mungkin adalah kedamaian buku-buku, hal yang membuat kami sedih. Namun para guru telah mengetahui hal itu. Pengalaman mereka kejam karena mengajarkan sejarah kepada manusia.
“Mengapa kalian kembali ke kampung halaman?” Bernis tidak menjawab, tetapi guru-guru tua itu mengerti jiwa manusia, dan sambil mengerjapkan mata, berpikir bahwa dia kembali ke kampung halaman karena cinta.
(p.35-37)

“Ternyata, semuanya tetap sama …”
Sebelumnya dia khawatir menemukan semua hal berbeda, dan sekarang ia menderita medapatkan semua begitu tetap sama.
(p.51)

Meskipun agak membingungkan, saya sangat menikmati buku ini karena penulisnya adalah salah satu favorit saya. Bahasa puitisnya mungkin menghalangi saya dari memahami keseluruhan maksudnya, tetapi tidak dari filosofi-filosofi yang tersirat dari kalimat per kalimat yang disampaikannya. Sebagaimana yang sudah saya ceritakan sekilas, buku ini mengisahkan kegelisahan dan keresahan seorang Bernis. Perasaan ini sangat tersampaikan dengan baik, melalui perjalanan yang dilaluinya, di darat maupun di udara.

Jika kita pasrah kita tidak akan menderita. Jika kita justru menyerah pada kesedihan kita menderita lagi. Dia akan menderita nanti saat mempertentangkan beberapa angan-angan. (p.110)

Selain itu, sebagaimana dalam buku penulis yang pernah saya baca sebelumnya, Terre des Hommes, penulis memperlihatkan dengan sangat apik mengenai dunia yang dilihatnya dari atas pesawat. Tidak ada yang biasa dari fenomena alam jika terlihat dari atas, tidak ada keluarbiasaan yang tak tersampaikan oleh seorang penerbang yang memutuskan menulis sendiri bukunya.

Penemuan manusia yang kita nikmati sekarang mungkin terlihat biasa saja, tetapi melalui buku ini kita bisa sedikit melihat ke belakang. Kita diajak melihat, betapa berharganya sebuah penemuan kecil saat itu, betapa menakjubkannya akal manusia jika dipergunakan untuk menaklukkan alam dengan cara bersahabat dengannya.

Dari atas, bumi tampak telanjang dan mati; pesawat turun; bumi mengenakan pakaian. Hutan-hutan kembali mengisinya, lembah-lembah, lereng-lereng, membentuk suatu gelembung padanya: bumi bernafas. (p.38)

Betapa luar biasanya pertemuan di Sahara ini! Seluruh Eropa berkumpul, ibu kota-ibu kota dengan kicau burung yang saling mengungkapkan rahasia-rahasia. (p.148)

Terbang adalah pilihan hidup Bernis, dan juga penulis. Saat memilih jalan itu, mungkin dia tidak menyadari konsekuensinya, tetapi dia menemukan hidup yang sejati di atas sana. Setiap orang memang memiliki jalannya sendiri, jalan yang tidak mungkin dipahami oleh orang lain yang berbeda jalur dengan diri mereka. Namun, melalui kisah Bernis yang disampaikan oleh Exupéry, saya bisa mencoba memahami jalan hidup yang berbeda itu melalui tulisannya, tulisan seorang penerbang yang sesungguhnya.

Bagi kami, bintang-bintang merupakan ukuran jarak yang sesungguhnya. Kehidupan yang damai, cinta yang setia, teman wanita yang kami sangka mencintai, bintang kutublah yang kembali menerangi semua itu… (p.185)

4/5 bintang untuk kehidupan dalam kokpit.

Review #14 for 2014 TBRR Pile Reading Challenge (Classic #3)

Review #21 for Lucky No.14 Reading Challenge category Favorite Author

7 responses to “Courrier Sud – Antoine de Saint-Exupéry

  1. ehm, kalau baca ripiu ini kok kayaknya bagus ya, punyaku dnf dan masih tertimbun nih, soalnya setiap kali baca, baru 4-5 halaman kok langsung ketiduran -___-
    semangat coba baca lagi ahhhh….

  2. Ini penulis Little Prince itu bukan Kak?😀

  3. Pingback: 2014 TBRR Pile Wrap Up | Bacaan B.Zee

  4. Pingback: Lucky No. 14 Reading Challenge Wrap Up | Bacaan B.Zee

  5. Pingback: Third Year Update of The Classics Club Project | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s