Scene on Three (57)

SceneOnThree

Selamat bulan Oktober. Beberapa tahun ini, bulan Oktober biasanya membawa sesuatu yang spesial buat saya, entah itu spesial dalam arti baik atau buruk. Saya punya lagu spesial juga untuk bulan Oktober, yang selalu saya cari-cari di playlist menjelang bulan Oktober, lagu berjudul sama, October by Dolores O’Riordan.

Kembali ke topik, Scene on Three hari ini masih saya ambil dari buku yang sama dengan edisi sebelumnya, American Gods by Neil Gaiman. Berhubung akhir-akhir ini saya kembali mengalami krisis membaca, jadi saya agak kesulitan untuk fokus pada beberapa bacaan. (terusin aja curcol teruuuss)

…..
The raven cawed from the edge of the clearing.
‘You want me to follow you?’ asked Shadow. ‘Or has Timmy fallen down another well?’ The bird cawed again, impatiently. Shadow started walking towards it. It waited until he was close, then flapped heavily into another tree, heading somewhat to the left of the way Shadow had originally been going.
‘Hey,’ said Shadow. ‘Huginn or Muninn, or whoever you are.’

The bird turned, head tipped, suspiciously, on one side, and it stared at him with bright eyes.
‘Say “Nevermore”,’ said Shadow.
‘F* you,’ said the raven.
(p.172-173)

Adegan kali ini sukses membuat saya tertawa lepas. Sejujurnya, dari awal saya belum tahu yang dimaksud  Huginn dan Muninn itu siapa, tapi dalam konteks sudah disebutkan bahwa keduanya adalah burung gagak kaki tangan Odin–bapak semua dewa, yang masing-masing melambangkan Memory atau Thought .

Saat Shadow sedang tersesat, seekor burung gagak muncul seolah akan menunjukkan jalan. Namun tampaknya Shadow kesal karena burung gagak itu seringkali tidak menjawab pertanyaannya dan memberi petunjuk terlalu samar sehingga keluarlah keisengannya di atas (yang sukses juga membuat si gagak kesal juga, haha).

Untuk yang belum paham tentang ‘Nevermore’, coba baca The Raven karya Edgar Allan Poe. Sebuah puisi naratif pendek yang cocok dibaca di bulan Oktober ini. Sekalian meramaikan tradisi All Hallows Read, saya berikan link menuju teks lengkap Poe’s The Raven.

Mari ikut berbagi di Scene on Three:

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya dari buku pilihan kalian ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

6 responses to “Scene on Three (57)

  1. Hahha😀
    the Raven, ud sering liat di ads free ebook.oke, i’d take the recommendation.

  2. Langsung dengerin lagu October *salah fokus*

    Hmmm…dulu rasanya pernah baca penggalan puisi The Raven di buku romance Indonesia.

    Btw, itu gagak lucu banget sih😀

  3. Gak apa-apa kali, kak, curcol melulu. Biar blog ini tampak lebih personal🙂 *malah yang ini yang dikomentarin xD *diri sendiri juga suka curcol sih x)))))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s