Howl’s Moving Castle – Diana Wynne Jones

6621452Title : Howl’s Moving Castle (Istana yang Bergerak
Author : Diana Wynne Jones (1986)
Translator : Syaribah Noor Brice
Publisher : Gramedia Pustaka Utama
Edition : Cetakan Pertama, Juli 2009
Format : Paperback, 328 pages

Sophie Hatter adalah anak pertama dari tiga bersaudari, menyusul setelahnya Lettie dan Martha. Di Ingary, anak pertama dipercaya akan pertama kali mengalami kegagalan dibandingkan saudara-saudaranya. Ketika ayahnya meninggal, ibunya mengirimkan Lettie untuk magang di sebuah toko roti, dan Martha ke seorang penyihir, sedangkan Sophie sendiri akan magang bersamanya melanjutkan usaha penjualan topi.

Hidup Sophie berlalu dengan membosankan. Ibunya, Fanny, lebih sering bepergian, meninggalkannya sendiri bersama topi-topinya sehingga Sophie terbiasa berbicara dengan topi. Usahanya mengalami kemajuan, hingga suatu hari, seorang nenek sihir jahat yang terkenal dari Waste datang dan mengutuknya menjadi seorang wanita tua. Karena tak bisa lagi tinggal bersama Fanny, maka Sophie pergi mencari keberuntungannya.

Dalam perjalanannya, Sophie sampai di rumah Howl, penyihir yang terkenal suka memakan jantung gadis-gadis muda. Oleh karena merasa dirinya aman dari Howl, dia tetap tinggal di sana; membersihkan rumah, menjahit pakaian, dan melakukan pekerjaan apa saja yang bisa dilakukannya, demi sebuah perjanjian dengan Calcifer, jin api, untuk saling membebaskan kutukan. Jika Sophie bisa membantunya melepaskan perjanjian Calcifer dengan Howl, dia akan membebaskan Sophie dari kutukan nenek sihir dari Waste. Masalahnya adalah, Sophie harus mengetahui sendiri perjanjian Calcifer dengan Howl.

Buku ini tidak menyediakan hal-hal yang luar biasa dari awalnya, tetapi seiring berkembangnya cerita, pesona sederhana buku ini mulai tampak. Setting buku ini memang dunia high fantasy yang, kalau kata saya, relatif sederhana. Memang ada sihir, ada rumah bergerak yang bisa berada di empat tempat sekaligus, ada mitos-mitos yang nyata, tetapi tidak perlu menunjukkan kehidupan yang luar biasa juga. Howl yang seorang penyihir, tidak selalu menggunakan sihir untuk melakukan apa saja. Pun kehidupan sehari-hari para penduduk Ingary, Kingsbury, Porthaven, maupun lain-lainnya terlihat biasa saja, meski terkadang membutuhkan beberapa mantra untuk melariskan dagangan, memberi keberuntungan, atau menambah kekuatan. Istana bergerak Howl juga menarik untuk ditelaah cara kerjanya, bagaimana satu pintu bisa menuju ke empat tempat sekaligus.

Konflik dalam buku ini sebenarnya cukup rumit. Masing-masing karakter menyimpan rahasianya masing-masing—terkecuali Sophie yang merupakan fokus dalam kisah ini, karena diceritakan dalam sudut pandang orang ketiga terbatas. Masalah yang pada mulanya tampak bersifat personal, semakin lama semakin melibatkan orang lain, bahkan menentukan nasib suatu negeri. Misteri yang disimpan oleh karakter-karakter tersebut muncul dalam bentuk petunjuk samar, tindakan atau kata-kata yang mencurigakan, sehingga tidak sulit menebak jika sesungguhnya ada apa-apa—yang sulit adalah memastikan, apakah apa-apa itu. Itulah salah satu hal yang memesona saya. Sayangnya, entah mengapa bahasa terjemahannya terasa agak membingungkan di beberapa bagian. Mungkin memang sulit menerjemahkan buku ini secara sempurna, karena setelah melihat-lihat beberapa review, memang ada banyak permainan kata-kata dalam buku ini, yang tentu saja sulit diaplikasikan ke dalam bahasa lain.

Yang tak kalah menyenangkan adalah karakter-karakternya. Sophie yang setelah dikutuk menjadi nenek-nenek masih tetap ceria dengan kekonyolan dan keberaniannya. Howl yang ternyata jauh dari apa yang digosipkan (oh, dia adalah penyihir tampan yang baru melewatkan usia sepuluh ribu harinya, memesona dengan pakaian mewah dan parfumnya, tak pernah gagal memikat hati para gadis, tetapi, dengan sederet kekurangan yang…menyebalkan, tanpa menghilangkan pesonanya). Mengikuti perkembangan karakter keduanya cukup menarik. Sophie yang sedikit demi sedikit menemukan dirinya sendiri, dalam situasi yang memaksanya untuk tidak pasrah terhadap takdir anak pertama yang selalu tidak beruntung. Sedangkan Howl yang menyimpan misteri terbesar, latar belakang dan kisah hidupnya yang kompleks, serta tingkah lakunya yang ternyata—sekecil dan seremeh apa pun—memiliki alasan-alasan tertentu. Belum lagi karakter-karakter minor yang tak kalah menarik, tetapi akan terlalu panjang jika saya tuliskan di sini.

Mengikuti kisah Sophie di atas istana yang bergerak benar-benar seperti dibawa ke dunia fantasi tak kentara yang semakin lama semakin pekat. Intensitas konfliknya juga meningkat seiring berkembangnya kisah. Menurut saya, pesona dari segala aspek di buku ini layak saya anugerahi 5/5 bintang, meski saya tidak terlalu cocok dengan bahasa terjemahannya. Dan setelah ini, saya akan menonton ulang animenya yang juga membuat saya terpesona beberapa tahun yang lalu.

Review #11 of Children’s Literature Reading Project

Review #26 for Lucky No.14 Reading Challenge category Movies vs Books

Review #17 for 2014 TBRR Pile Reading Challenge (Book Award Winner) [Phoenix Award (Children’s Literature Association) (2006), Boston Globe-Horn Book Award (1987), American Library Association (ALA) Notable Book for Children’s Book (1986)]

Oktober #2 : First published on the year you are born

Oktober #2 : First published on the year you are born

6 responses to “Howl’s Moving Castle – Diana Wynne Jones

  1. Pingback: Scene on Three (61) | Bacaan B.Zee

  2. Pingback: Book Kaleidoscope 2014 – Day 4: Top Five Female Characters | Bacaan B.Zee

  3. Pingback: 2014 TBRR Pile Wrap Up | Bacaan B.Zee

  4. Pingback: Book Kaleidoscope 2014 – Day 5: Top Five Most Favorite Books | Bacaan B.Zee

  5. Pingback: Lucky No. 14 Reading Challenge Wrap Up | Bacaan B.Zee

  6. Pingback: Wishful Wednesday (53) | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s