Carrie – Stephen King

155443Title : Carrie
Author : Stephen King (1974)
Publisher : New English Library
Edition : Open Market Edition, twenty-fifth impression, 1992 (222 pages)

Everybody’s guessed|that baby can’t be blessed|’til she finally sees that she’s like all the rest…
(p.38)

Carrie White bukanlah remaja biasa, yang dibesarkan oleh ibunya yang luar biasa fanatik dalam beragama. Oleh karena pengaruh ibunya itulah dia tidak bisa bersosialisasi dengan siapa pun dan dikucilkan di sekolah. Pada usia yang ketujuh belas tahun, dia baru mengalami menstruasi pertamanya—yang termasuk terlambat—dan bahkan tidak mengetahui sesuatu pun tentangnya. Akibatnya, dia di-bully habis-habisan, termasuk oleh Chris Hargensen—putri seorang pengacara terkenal yang arogan dan manja, serta Sue Snell—gadis populer di sekolah Ewen High tersebut.

Miss Desjardin, guru olahraga yang memergoki kejadian itu terpaksa membimbing Carrie untuk menghadapi menstruasi pertamanya, dan melaporkan kepada kepala sekolah untuk menindak para pem-bully tersebut. Mereka akan didetensi, atau tidak boleh hadir ke pesta prom. Beberapa gadis yang dipimpin oleh Chris memilih tidak menjalani hukuman tersebut sebagai protes sehingga mereka dilarang hadir di pesta prom. Sementara Sue yang merasa bersalah atas kata-katanya pada Carrie tak hendak melawan, karena dia juga tak ingin melewatkan malam prom. Chris Hargensen marah besar, marah pada pihak sekolah yang menyalahkannya, marah pada Sue yang tak mendukungnya.

Tanpa diduga, Sue, dengan banyak alasan yang membingungkan dirinya sendiri, meminta pacarnya, Tommy Ross—anak laki-laki populer juga—untuk mengajak Carrie ke prom bersamanya. Tentu saja hal itu adalah sebuah dilema tersendiri bagi Carrie. Pertama, dia sudah trauma dengan segala tingkah laku teman-temannya. Dia khawatir bagaimana seandainya ini hanya lelucon yang akan digunakan untuk mempermalukannya lebih jauh. Namun, undangan ini adalah kesempatan yang baik untuk membaur dengan teman-temannya. Di sisi lain, ibunya—yang menganggap menstruasi Carrie sebagai balasan atas dosanya—tak akan mengizinkan Carrie untuk datang. Pesta, anak laki-laki, gaun pesta, semuanya adalah dosa besar.

Namun, di balik itu semua, terornya adalah pada kemampuan telekinetis Carrie. Kemampuan yang sudah ditunjukkannya sejak kecil, tetapi saat ini menguat dan mulai disadarinya setelah dia mengalami menstruasi. Apakah Carrie akan menggunakan kemampuannya secara bijak? Apakah dia tetap akan datang ke prom dengan segala risikonya? Pembalasan apa yang direncanakan oleh Chris? Dan apa akibat yang ditimbulkan?

Buku ini bukanlah buku ‘mudah’, meski jumlah halamannya tak banyak. Penulis menggunakan kutipan-kutipan reportase, kutipan buku teks, kutipan catatan para saksi, serta narasi dan dialog konvensional untuk menceritakan kisah ini. Beberapa gaya bahasa tersebut tentu akan terasa relatif kaku untuk sebuah novel, tetapi King sangat piawai dalam membuat tulisan-tulisannya tersebut menjadi khas dan berbeda satu sama lain.

Alurnya di awal terasa datar-datar saja, saat kita diperkenalkan satu demi satu situasi yang akan terjadi pada klimaksnya. Klimaksnya sendiri bukan sesuatu yang di luar dugaan—karena telah disinggung sebelumnya—tetapi tetap saja, sepertiga bagian akhir membawa ketegangan, horor, teror, simpati, bahkan penyesalan saat saya membacanya. Ya, setelah eksplorasi mendetail tentang latar belakang dan karakter Carrie, serta latar belakang tragedi malam prom tersebut, rasanya sangat menyesakkan melihat bahwa semuanya berakhir seperti itu. Dari sesuatu yang kecil dan tampak remeh, bisa menghasilkan efek yang besar dan meluas.

3/5 bintang untuk Carrie yang malang.

*Dibaca dalam rangka baca bareng kismis family Joglosemar. Unsur kismis dalam buku ini lumayan kental, setidaknya bakal ada yang tidak berani membacanya malam-malam jika diceritakan secara mendetail di dalam grup🙂

Review #27 for Lucky No.14 Reading Challenge category Once Upon a Time

Review #18 for 2014 TBRR Pile Reading Challenge (Book Into Movie)

6 responses to “Carrie – Stephen King

  1. Aku jadi pengen baca. Aku sudah nonton Carrie versi 2000-an (dengan judul Rage Carrie) dan Carrie versi Chloe Moretz, tapi malah belum baca novelnya sama sekali. Kalau di film kan, ceritanya runut ya. Jadi penasaran kayak gimana baca versi novel dengan gaya reportase.

    Dulu pernah baca bukunya Stephen King yang On Writing. Jadi tahu sejarah penerbitan novel Carrie ini, yang membuat King angkat nama. Buku ini sangat berkesan bahkan buat King sendiri.

    Masukin to-read dulu deh. Belinya kapan2 kalau ada diskon. Hakakak.

    • Aku malah belum nonton filmnya. Tapi bayanganku kalo difilmkan tu bakal cuma dpt plotnya aja, padahal dalam buku kan ada hal2 yg disampaikan dlm bentuk lain *entahiningomongapa
      Ah, On Writing ya, masukin wishlist ah

  2. penyelesaian klimaksnya hebat banget yaa, jadi penasaran pingin nonton filmnya.

  3. Pingback: 2014 TBRR Pile Wrap Up | Bacaan B.Zee

  4. Pingback: Lucky No. 14 Reading Challenge Wrap Up | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s