Scene on Three (63)

SceneOnThree

“Dia yang pamit ketika jalan menjadi gelap adalah orang yang tak punya keyakinan,” kata Gimli.
“Mungkin,” kata Elrond, “tapi jangan biarkan seseorang bersumpah untuk berjalan dalam kegelapan, kalau dia belum melihat datangnya malam.”
“Tapi kata-kata sumpah mungkin bisa memperkuat hati yang gemetar,” kata Gimli.
“Atau mematahkannya,” kata Elrond. “Jangan menatap terlalu jauh ke depan! Tapi pergilah sekarang dengan hati yang bersih! …”
(p.347)

Saya sedang bertualang di Dunia Tengah dalam The Lord of the Rings #1 karya J. R. R. Tolkien ketika menemukan scene di atas. Banyak kalimat  indah bertebaran di buku ini, yang mungkin lebih banyak lagi di buku aslinya, dan dialog di atas salah satunya. Saya suka penggunaan simbol gelap dan malam untuk bahaya yang akan mereka tuju. Selain itu, perdebatan Gimli sang Kurcaci dengan Elrond sang Peri ini juga menunjukkan dua prinsip yang berbeda.

Bagi Gimli, keberanian dan komitmen adalah harga mati. Keberanian dan kesetiaannya memang tak diragukan, tetapi Elrond memiliki pendapat yang berbeda. Mungkin Elrond lebih rasional dalam memandang ketakutan manusia (atau makhluk lain). Bahaya yang akan dilalui para pembawa Cincin ini tak terbayangkan oleh manusia, kurcaci, maupun hobbit, bahaya besar yang membuat para peri pun ketakutan.

Tampaknya cukup adil, jika kita harus bersumpah atas sesuatu, kita harus paham akan segala konsekuensinya. Sebelum mengucapkan sumpah jabatan, kita akan mempelajari hak dan kewajiban kita. Pun sebelum bersumpah untuk melakukan kesaksian, kita paham akan konsekuensi dari sumpah tersebut sehingga tak sekadar ucapan belaka. Di sisi lain, meminjam istilah Elrond, jika kita melakukan sesuatu dengan hati bersih, mungkin memang sebenarnya sumpah-sumpah itu tidak dibutuhkan. Karena, menurut saya, sumpah itu hanya sebagai pengikat manusia, yang dengan segala kekurangan dan keterbatasannya kadang melenceng dari jalur yang seharusnya. Sumpah adalah pengaman manusia terhadap manusia yang lain.

Bagikan scene menarik di Scene on Three dengan:

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya dari buku pilihan kalian ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

4 responses to “Scene on Three (63)

  1. sepertinya butuh waktu lebih untuk ‘mencerna’ kata2 di atas🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s