Scene on Three (66)

SceneOnThree

The doctor quickly approached the bed. I guessed that he was bored, tired and impatient. Had he touched my wrist? Had he placed his hand on my heart? I could not tell, but I fancied that he had only carelessly bent over me.
“Shall I bring the lamp so that you may see better?” asked Simoneau obligingly.
“No it is not necessary,” quietly answered the doctor.
Not necessary! That man held my life in his hands, and he did not think it worth while to proceed to a careful examination! I was not dead! I wanted to cry out that I was not dead!
…..
And then he moved away. It was like my life departing. Screams, sobs and insults were choking me, struggling in my convulsed throat, in which even my breath was arrested. The wretch! Turned into a mere machine by professional habits, he only came to a deathbed to accomplish a perfunctory formality; he knew nothing; his science was a lie, since he could not at a glance distinguish life from death—and now he was going—going!

Ini adalah sebuah cuplikan dari kisah pendek Death of Olivier Becaille by Émile Zola. Jujur, ini adalah adegan paling menakutkan bagi saya. Meski sudah menentukan tanda-tanda pastinya, kematian masih merupakan sebuah misteri dan menyisakan berbagai polemik di dunia medis. Ambil contoh pada kasus seseorang yang hidupnya bergantung pada alat bantu napas, apakah dia masih bisa disebut hidup? Apakah dengan melepas alat bantu tersebut kita membunuhnya? Apakah orang tersebut masih bisa berpikir seperti Olivier?

Namun, yang jauh lebih membutuhkan kehati-hatian memang kasus semacam Olivier ini. Yang tentu saja dokter itu mutlak membutuhkan (minimal) senter dan stetoskop!

Hari ini secara de facto dimulai Birthday & 3rd Blogoversary Giveaway yaaa, jadi jangan lewatkan kesempatan untuk berbagi di Scene on Three sekaligus memperoleh peluang mendapatkan paket buku. Bagi yang ingin menyetorkan link Children’s Literature Reading Project, silakan berkomentar di bawah.

Cara mengikuti Scene on Three:

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya dari buku pilihan kalian ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

4 responses to “Scene on Three (66)

  1. kenapa mutlak membutuhkan senter dan stetoskop, kak? *malah jadi penasaran dengan yang ini*

    • Senter itu memastikan kalo sudah ga ada respon pupil (jadi kalo disinari ga menyempit), stetoskop ngecek jantung & napas, karena nadi tangan/kaki ga teraba belum tentu sudah meninggal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s