Looking for Alaska – John Green

934301Title : Looking for Alaska
Author : John Green (2005)

There was a question worth answering.

Miles meninggalkan Florida untuk bersekolah di asrama Culver Creek di Alabama karena dia ingin meninggalkan kehidupannya yang lama, sekolah tempat dia tidak berteman, dan lingkungan yang begitu-begitu saja. Miles merasa kepergiannya dari rumah mungkin akan membuatnya menemukan Great Perhaps, sesuatu yang mungkin akan mengubah hidupnya.

Di sekolahnya yang baru, dia sekamar dengan Chip Martin, yang biasa dipanggil Colonel, dan dia sendiri mendapat panggilan baru, Pudge. Dia juga berteman dengan Alaska, gadis cerdas tapi pemberontak, yang disukainya. Kemudian ada Takumi dan Lara. Meski tak bisa dikatakan tertinggal dalam pelajaran, Miles terpengaruh gaya hidup kawan-kawannya—terutama Alaska yang mendominasi; merokok, minum alkohol, seks bebas, dan kenakalan-kenakalan lain di sekolah. Dia menemukan suatu kehidupan baru, terutama segala hal tentang Alaska. Hingga ‘setelah’ tidak ada Alaska, kehidupan mereka berubah. Miles mencari-cari kembali makna hidupnya, makna kehidupannya bersama Alaska, makna dari pertemuan dan perpisahan.

How will we ever get out of this labyrinth of suffering?

Kedua kalinya saya membaca karya penulis ini, dan satu persamaan yang saya temukan: karakternya memiliki ‘sesuatu’ untuk dipikirkan. Karakter-karakter dalam buku ini memang remaja-remaja pelanggar peraturan sekolah, tetapi mereka—terutama Miles dan Alaska—memiliki sebuah pertanyaan filosofis yang berusaha mereka cari jawabannya. Miles terobsesi dengan kalimat terakhir orang-orang terkenal, dia menghapalnya, sedangkan Alaska suka membaca dan memiliki koleksi buku yang cukup untuk seumur hidupnya. Meski begitu, rasanya tetap sulit berempati pada karakter-karakter tersebut, karakter yang membuang masa muda mereka untuk kesenangan sementara.

Kemudian, ada karakter lain yang menarik dalam buku ini, Dr. Hyde, guru pengetahuan agama yang keras dan disiplin. Dia menetapkan peraturan yang berbeda sejak awal dia berdiri di kelas.

“Your parents pay a great deal of money so that you can attend school here, and I expect that you will offer them some return on their investment by reading what I tell you to read when I tell you to read it and consistently attending this class. And when you are here, you will listen to what I say.”

… he told us that religion is important whether or not we believed in one, in the same way that historical events are important whether or not you personally lived through them.

Dr. Hyde mengajar dengan cara yang tradisional, berdiri di depan kelas, berbicara, sementara para siswanya mendengarkan. Tidak ada diskusi, tidak ada presentasi, tidak ada siswa yang dipaksa berbicara dan mengutarakan pendapatnya di depan kelas. Cara mengajar yang disukai Miles karena dia menganggap bahwa di kelas, apa pun yang dikatakan siswa tidaklah murni pendapatnya, melainkan hanya sebuah cara untuk mendapatkan nilai.

… I hated how it was all just a game of trying to figure out what the teacher wanted to hear and then saying it.

Salah satu hal yang mengganjal dalam buku ini adalah saat Miles memikirkan tentang kalori ekstra dalam makanannya. Apakah seorang anak laki-laki belasan tahun, yang tak memiliki masalah dengan berat badannya, memang memikirkan masalah kalori? Saya tidak yakin, tapi mungkin memang Miles kasus yang istimewa, dengan segala kebiasaan dan tingkah lakunya.

Buku ini memang tentang evolusi, bagaimana seorang remaja menemukan dirinya melalui sebuah penderitaan dan kehilangan. Bagaimana mereka memerangi rasa bersalah, memaafkan diri sendiri, dan menerima bahwa ada hal-hal yang terjadi atau tidak terjadi, di luar kuasa mereka. Sebaliknya, ada hal-hal yang patut diperjuangkan, ada hal-hal yang bisa diubah dan segalanya bisa lebih baik, jika mereka mau.

… we had to forgive to survive in the labyrinth. There were so many of us who would have to live with things done and things left undone that day. Things that did not go right, things that seemed okay at the time because we could not see the future.

3/5 bintang untuk penemuan Great Perhaps.

Review #33 for Lucky No.14 Reading Challenge category Not My Cup of Tea (don’t read many young adults, I like the theme, anyway)

One response to “Looking for Alaska – John Green

  1. Pingback: Lucky No. 14 Reading Challenge Wrap Up | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s