History Reading Challenge 2014 Wrap Up

 photo history-reading-challenge-2014_zps6c378035.jpg

Salah satu reading challenge yang saya ikuti di tahun 2014 adalah History Reading Challenge. Sedih sekaligus menyesal karena tidak menyelesaikan challenge ini. Sebenarnya kegagalan saya bermula dari kesulitan menemukan buku yang tepat. Saya memulai di pertengahan tahun dengan membaca A Short History of the World (Sejarah Dunia Singkat) karya H. G. Wells terbitan Penerbit Indoliterasi. Namun, saya hanya berhasil membaca sampai halaman 73 sebelum akhirnya saya tunda dan kemudian kehilangan mood untuk melanjutkan. Yah, saya memang sangat bermasalah dengan mood.

18248676Tentang A Short History of the World–sebagaimana judulnya–memang berisi catatan sejarah dunia yang cukup singkat. Bab-bab pendeknya menceritakan tiap masa dalam prasejarah hingga sejarah, atau sejarah bangsa-bangsa tertentu pada masa tertentu.

Sembilan bab pertama memaparkan masa-masa sebelum manusia ada. Mulai dari ruang kosong, sampai makhluk-makhluk hidup dalam berbagai tingkatan masanya, sesuai dengan penemuannya pada lempeng bebatuan tiap zaman. Mungkin karena cukup singkat, atau juga pengetahuan pada masa buku ini ditulis belum cukup dalam, saya kurang puas dengan penjelasannya yang lebih ke arah ‘kira-kira’. Bukti-bukti berupa fosil yang diterjemahkan menjadi sebuah populasi makhluk hidup tidak terlihat benang merahnya, maupun bukti/teori yang ilmiah.

Saya berhenti pada bab-bab yang membahas peradaban manusia pada tingkat awal; bangsa Sumeria, Mesir, Babilonia, Arya, dan sebagainya. Pembahasannya kurang menarik, mungkin–lagi-lagi–karena terlalu singkat. Ada kemungkinan saya melanjutkan buku ini, karena saya masih penasaran, terutama pada sejarah-sejarah yang tidak terlalu jauh di belakang. Saya juga berencana untuk membaca edisi bahasa Inggrisnya saja, bukan karena terjemahannya tidak bagus, hanya untuk mencoba kesan yang berbeda. Rasanya tetap perlu membaca sejarah klasik ini, meski tidak mungkin di tahun ini.

Saya masih ingin membaca sejarah–terutama dengan tema yang benar-benar saya sukai. Tetapi sekali lagi, proses membaca saya sangat bergantung pada mood, jadi mungkin tak perlu reading challenge, hanya menunggu waktu yang tepat. Seperti dua tahun lalu yang tiba-tiba bisa membaca ini. Sebenarnya saya juga pernah membaca The Professor and the Madman karya Simon Winchester, tetapi entah kenapa tak terpikir untuk membaca ulang untuk membuat reviewnya.

Jadi, History Reading Challenge 2014 terpaksa saya akhiri dengan membaca seperempat buku saja. Terima kasih pada kak Fanda yang sudah menggelitik saya untuk mempertimbangkan kembali membaca sejarah, maaf tidak bisa memenuhi target.

3 responses to “History Reading Challenge 2014 Wrap Up

  1. Hehe….moga2 saja, paling tidak challenge ini menggelitikmu untuk mencoba menggali buku2 sejarah. Kalau mau pinjam koleksiku (yang baru beberapa biji itu) silakan aja ya…. Sekalian kembaliin Toni Morrison-mu.🙂

    • Hehe, iya.. masih belum ada bayangan mau nyoba apa, biasanya kalo sudah nemu bukunya malah bisa terasa ‘klik’ gitu, wkwkwk

  2. Pingback: Bagaimana Saya Melihat Sejarah | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s