Kontroversi 101 Mitos Kesehatan – Florentina R. Wahjuni

kontroversiJudul : Kontroversi 101 Mitos Kesehatan
Penulis : dr. Florentina R. Wahjuni (2012)
Editor : Ariesta
Penerbit : Penebar Plus+ (Penebar Swadaya Grup)
Edisi : Cetakan I, 2012
Format : Paperback, 140 halaman

Hal ini karena masyarakat Indonesia terbukti mudah percaya dengan mitos walaupun hal tersebut tidak benar. Oleh karena itu, mari kita cari tahu fakta ilmiah dari mitos-mitos yang ada dan tidak begitu saja mempercayai perkataan orang tentang sesuatu yang berbau mitos. (hal. 6, Prakata Penulis)

Orang-orang tua kita dulu sering membaluri anak-anak dengan bawang merah ketika demam. Saya juga sering mendengar beberapa makanan yang dijadikan momok bagi ibu hamil. Pun sering juga menemukan pasien yang menganggap sakit gigi bisa sembuh hanya dengan minum analgesik saja. Apakah semua itu benar? Buku ini memiliki jawabannya.

Buku ini mengupas beberapa mitos yang beredar di masyarakat Indonesia. Terbagi dalam bab-bab berdasarkan topiknya; mitos seputar mata, mitos seputar kulit, mitos seputar demam, mitos seputar kanker, dan lain sebagainya. Pembahasan tiap sub bab juga pendek-pendek, dan langsung tepat sasaran, sehingga pembaca bisa mencernanya dalam sekali duduk.

Ditulis oleh dokter yang mendalami phytobiophysics, dengan pembahasan yang relatif umum dan sering dijumpai sehari-hari. Oleh karena ilmu medis bukanlah ilmu pasti, pasti ada perbedaan yang tidak prinsipal dalam teori yang dianut satu dengan yang lain, salah satunya adalah bab tentang kerokan.

Bagian yang paling saya tekankan dalam buku ini adalah dalam bab Mitos Seputar Psikis, karena sangat berkaitan dengan masyarakat pada umumnya, sehat maupun sakit. Dalam bab tersebut, penulis menekankan kesalahan-kesalahan yang terlanjur menjadi stigma, seperti OCD (obsessive compulsive disorders) yang selalu diidentikkan dengan kebersihan dan kerapian, self injury yang selalu dianggap mencari perhatian, kesalahan dalam mendefinisikan antisosial, dan lain sebagainya. Tampaknya memang masih banyak salah kaprah dalam ilmu psikologi/psikiatri ini. Saya sendiri juga sering melihat orang-orang yang sebegitu cepat dan gegabahnya mendiagnosis dirinya atau orang lain. Seperti orang yang cenderung menghindar dari interaksi dianggap antisosial, padahal pribadi antisosial biasanya cenderung menggunakan kekerasan dan kurang empati, sedangkan orang introvert/avoidant justru empatinya bisa sangat kuat.

Rasanya buku ini cukup sebagai pengantar bagi yang ingin membuka mata terhadap salah kaprah, mitos, dan kepercayaan keliru tentang kesehatan.

One response to “Kontroversi 101 Mitos Kesehatan – Florentina R. Wahjuni

  1. Pingback: 2015 Reading Challenges: Wrap Up | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s