Night Flight – Antoine de Saint-Exupéry

night flightTitle : Night Flight (Vol de Nuit)
Author : Antoine de Saint-Exupéry (1932)
Translator : Stuart Gilbert
Publisher : Harvest / HBJ Book (Harcourt Brace Jovanovich)
Format : Paperback, 89 pages

“We do not pray for immortality,” he thought, “but only to see our acts and all things stripped suddenly of all their meaning; for then it is the utter emptiness of everything reveals itself.” (p.78)

Setiap pekerjaan memiliki risikonya sendiri. Risiko merugi, risiko terluka, risiko terkena penyakit, sampai risiko kehilangan nyawa. Menjadi penerbang malam, mengantarkan surat-surat melalui lautan juga mengandung risiko yang tidak kecil. Oleh karena pentingnya tugas itu dan besarnya risiko, disiplin adalah salah satu kunci untuk mengendalikan risiko tersebut.

Inilah yang dihadapi Rivière, kepala urusan penerbangan yang memastikan bahwa semuanya berjalan sesuai jadwal, aman, dan selamat. Rivière yang terkenal keras dan tak berperasaan, tetapi yang dilakukannya tersebut semata-mata karena dia yakin bahwa memang itulah yang harus dilakukan.

“To think I’ve come to this after all those years of work! I’m fifty; all that time I’ve filled my life with work, trained myself, fought my way, altered the course of events and here’s this damned thing getting a hold of me, obsessing me till it seems the only thing that matters in the world. It’s absurd!”

“Am I just or unjust? I’ve no idea. All I know is that when I hit hard there are fewer accidents. It isn’t the individual that’s responsible but a sort of hidden force and I can’t get at it without—getting at every one! If I were merely just, every night flight would mean a risk of death.”
(p.41-42)

Di balik itu semua, ada pertentangan dalam batin Rivière, apakah yang selama ini dianggapnya baik benar-benar baik?

Dalam buku ini, penulis tidak menyuguhkan sebuah kisah dengan plot yang runtut, tidak pula sebuah peristiwa yang mengubah hidup seseorang. Penulis menggambarkan sebuah potret, beberapa potret, tentang kehidupan penerbangan pada masa itu. Potret-potret tersebut disusunnya dengan indah, sekaligus menyedihkan, potret kehidupan dan kematian, potret sebuah dedikasi dan loyalitas pada profesi, dengan segala konsekuensinya.

Karakter Rivière, dengan segala paradoksnya, menunjukkan hal itu. Kecintaannya pada tugas tak mengurangi kecintaannya pada para bawahannya. Namun, cinta yang terakhir itu—menurutnya—harus disembunyikan, karena dengan pekerjaan berisiko tinggi seperti itu, ada kalanya dia harus mengambil keputusan yang benar-benar kejam, yang menuntut pengorbanan mereka, demi tugas.

Not he, thought Rivière, it wasn’t he whom I dismissed so brutally, but the mischief for which, perhaps, he was not responsible, though it came to pass through him. (p.43)

These men of mine, I love them; it’s not they whom I’m against, but what comes about through them. . . . His heart was throbbing rapidly and it hurt him. . . . No, I cannot say if I am doing right or what precise value should be set on a human life, or suffering, or justice. How should I know the value of a man’s joys? Or of a trembling hand? Of kindness, or pity? (p.45)

Jadi, bagaimana ketika tugas dan perasaan dihadapkan? Ada Fabien, potret seorang pilot, yang saat terjebak di dalam badai, memberikan sebuah efek berantai bagi banyak orang. Bagaimana Fabien mengambil keputusan untuk bertahan hidup, bagaimana orang-orang di navigasi menyikapinya, bagaimana dengan surat-surat yang dibawanya, bagaimana dengan istri yang menunggu di rumahnya, dan bagaimana Rivière harus menghadapinya—para bawahan dan seorang istri; orang-orang yang saling terhubung itu, saling mempengaruhi, kemudian saling meniadakan. Satu Fabien, satu pilot, tidak akan mengubah jadwal penerbangan malam berikutnya, memaksa orang-orang untuk beraktivitas secara normal kembali.

Thinking of the lost airmen, Rivière felt his heat sink. All man’s activity, even the building of a bridge, involves a toll of suffering and he could no longer evade the issue—“Under what authority?” (p.63)

Satu kejadian yang tampak tak mengubah apa-apa itu, sesungguhnya menjadi tantangan bagi Rivière dan pola berpikirnya. Kejadian itu juga yang menjadi alat bagi penulis untuk menunjukkan arti dari kebahagiaan yang sesungguhnya.

Buku yang singkat, tetapi penuh dengan pemikiran dan filosofi. Meski tak sampai seratus halaman, butuh waktu lama bagi saya untuk menyelesaikannya. Meski telah diterjemahkan dari bahasa aslinya (Perancis), buku ini masih menggambarkan keindahan bahasa dan penggambaran khas penulis yang juga berprofesi sebagai penerbang. Pengalamannya memperkaya buku ini dan narasinya. Satu hal yang selalu ada dalam buku-bukunya adalah pentingnya cahaya bagi para penerbang.

The villages were lighting up, constellations that greeted each other across the dusk. And, at a touch of his finger, his flying-lights flashed back a greeting to them. The earth grew spangled with light signals as each house lit its star, searching the vastness of the night as a light-house sweeps the sea. (p.12)

5/5 bintang untuk sebuah kerlip bintang di antara awan badai.

“I tell you, Robineau, in life there are no solutions. There are only motive forces, and our task is to set them acting—the the solutions follow.” (p.75)

Februari : Profesi

Februari : Profesi

Review #8 for Lucky No.15 Reading Challenge category Something New

12 responses to “Night Flight – Antoine de Saint-Exupéry

  1. aku kok baca terjemahan buku ini nggak selesai ya? Entah kenapa huhuhuhu

  2. ini terjemahannya apa ya? bumi manusia kah? aku baru pernah baca little prince doang nih. tapi sepertinya buku ini menarik juga karena sesuai dgn profesi asli si penulis ya…

  3. Pingback: Scene on Three (76) | Bacaan B.Zee

  4. tezarariyulianto
  5. Pingback: Third Year Update of The Classics Club Project | Bacaan B.Zee

  6. Pingback: Scene on Three (96) : Giveaway Winner | Bacaan B.Zee

  7. Pingback: Lucky No. 15 Reading Challenge Wrap Up | Bacaan B.Zee

  8. Pingback: Book Kaleidoscope 2015 | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s