Fortunately, the Milk – Neil Gaiman

FTM Riddell

UK Cover

Title : Fortunately, the Milk
Author : Neil Gaiman (2013)
UK version
Illustrator : Chris Riddell (2013)
Publisher : Bloomsbury Publishing
Edition : 1st printing by C&C Offset Printing
Format : Hardcover, 159 pages
US version
Illustrator : Skottie Young (2013)
Publisher : Harper
Edition : First paperback edition, 2014
Format : Paperback, 115 pages
ID version
Title : Untunglah, Susunya
Illustrator : Skottie Young (2013)
Translator : Djokolelono
Publisher : Gramedia Pustaka Utama
Edition : Cetakan pertama, 2014
Format : Paperback, 113 pages

Hanya ada jus jeruk di kulkas. Tak ada lainnya yang bisa untuk campuran sereal. (p.1)

Ibu pergi dengan meninggalkan beberapa pesan untuk ayah. Namun pagi ini, ayah lupa membeli susu. Susunya habis, aku dan adikku tak bisa memakan sereal sarapan kami, dan ayah tak punya susu untuk tehnya, jadi dia membeli susu di toko pojok. Ayah pergi lamaaa sekali, dan kembali dengan susu serta sebuah cerita petualangan. Aku dan adikku sih tak percaya, karena tampaknya cerita ayah yang luar biasa itu terinspirasi dari hiasan dinding dan benda-benda di rumah kami. Ada dinosaurus, lukisan gunung berapiku, kuda poni adikku, dan lain-lainnya.

“Where there is milk, there is hope.” (p.31, US)

US Cover

US Cover

Seperti biasa, Gaiman menyuguhkan sebuah kisah petualangan yang unik dan menyenangkan. Berawal dari perjalanan membeli susu yang terganggu karena penculikan dari alien, berlanjut dengan penyelamatan oleh Profesor Steg, sang Stegosaurus, dengan mesin waktunya, menuju suatu misi yang agak semacam penyelamatan dunia. Saya selalu mengatakan bahwa penulis yang satu ini memiliki imajinasi yang ‘liar’, yah, dalam buku ini sedikit terbukti dari makhluk dan kejadian ajaib yang tampak acak, tapi jadi menarik karena keacakan tersebut. Bahkan ada sedikit ‘sindiran’ terhadap budaya populer semacam vampir wumpir baik hati yang disalahpahami.

Saya membaca tiga versi buku ini, versi UK, US, dan terjemahan Indonesia. Teksnya sama, tetapi ilustrasi (dan ilustrator) versi UK dan US berbeda, sedangkan versi ID menggunakan sumber dari versi US. Saya lebih suka ilustrasi di versi UK, masalah selera saja.

IMG-20141030-WA0008

UK illustrations

UK illustrations

Pada versi US yang saya miliki tertulis bahwa sasaran buku ini adalah anak usia 8-12 tahun, tetapi saya rasa dengan kisah seringan ini, masih bisa dinikmati oleh anak usia di bawah itu (dan pasti bisa menghibur orang dewasa juga). Mungkin kategori usia tersebut dipilih karena memang kisahnya relatif panjang.

ID Cover

ID Cover

Untuk bahasa terjemahan, tidak perlu diragukan lagi, nama penerjemahnya sepertinya sudah menjadi jaminan mutu. Namun, saya menyadari bahwa bagaimanapun juga, selalu ada sesuatu yang tidak dapat diterjemahkan maknanya tanpa mengurangi kesan dan irama kisahnya. Karena memang karakteristik bahasa yang berbeda menuntut penerjemahan yang luwes untuk memilih kata dengan penuh pertimbangan. Sebuah contoh terjemahan yang sangat piawai dalam pemilihan kata, sekaligus menunjukkan bahwa untuk mencapainya, selalu ada sesuatu yang harus dikorbankan.

“Because, according to my calculations, if the same object from two different times touches itself, one of two things will happen. Either the Universe will cease to exist. Or three remarkable dwarfs will dance through the streets with flowerpots on their heads.”
“That sounds astonishingly specific,” I said.
“I know. But it is science. And it is much more probable that the Universe will end.”
“I thought it would be,” I said.
“You look so sad,” Professor Steg told me.
“I am! It’s the milk. My children are breakfastless –“
(p.74-75, UK)

“Sebab, menurut perhitunganku, jika benda yang sama dari dua waktu berbeda bersentuhan, satu dari dua hal akan terjadi. Bisa Jagad Raya musnah. Atau tiga orang bajang ajaib akan berdansa di jalan-jalan dengan pot bunga di kepala mereka.”
“Wah, aneh sekali perhitungannya,” kataku.
“Aku tahu. Tapi itulah ilmu pengetahuan. Kemungkinan besar, Jagad Raya akan musnah.”
“Kurasa bakal begitu,” kataku.
“Kau tampak sedih,” kata Profesor Steg.
“Pastilah. Susunya! Anak-anakku tak bisa sarapan…”
(p.51, ID)

Penulis pernah mengatakan bahwa buku ini ditulisnya atas rasa bersalah karena menggambarkan sosok ‘pasif’ seorang ayah dalam buku terdahulunya, The Day I Swapped My Dad for Two Goldfish. Menurut saya, sedikit banyak, niatnya cukup berhasil. Susu yang dibeli untuk sarapan anak-anak (dan tehnya sendiri) adalah sesuatu yang dijaga benar-benar, dan merupakan segala yang dipikirkannya, apapun yang terjadi. Frasa ‘fortunately, the milk’ yang diucapkan berkali-kali, menegaskan hal itu. Meski dari sudut pandang sang pencerita (anak laki-lakinya), tampaknya tidak demikian.

5/5 bintang untuk aksi heroik seorang ayah.

Review #16 of Children’s Literature Reading Project

Review #9 for Lucky No.15 Reading Challenge category Something New

2 responses to “Fortunately, the Milk – Neil Gaiman

  1. Pingback: Children’s Literature Giveaway Hop | Bacaan B.Zee

  2. Pingback: Lucky No. 15 Reading Challenge Wrap Up | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s