Scene on Three (77)

SceneOnThree

Saya juga belajar dari mimpi. Sebuah mimpi mirip dengan sebuah buku yang terbuka. Saya pernah dua atau tiga kali memimpikan pemandangan yang berulang, di samping sejumlah tokoh dalam mimpi yang muncul dalam interval tertentu. Saya merasa yakin bahwa mimpi-mimpi ini bukan sekadar reaksi spontan terhadap rangsangan dari dunia luar; jauh dari itu, mimpi-mimpi itu adalah sesuatu yang baru, pengalaman yang benar-benar baru, dan dari pengalaman itulah saya belajar, dan dari pengalaman itu pulalah diri saya terbentuk menjadi manusia seperti diri saya sekarang ini. Tetapi dari mana asal muasal mimpi? Saya tidak tahu apakah semua mimpi dan perjalanan mental yang saya jalani disebabkan saya memiliki semacam antena yang sangat peka terhadap hal-hal yang datang dari luar, atau apakah saya memiliki sonar jiwa yang mampu mendeteksi rahasia-rahasia lapis demi lapis dari sumur tak berdasar di dalam diri saya. (p.111)

Kutipan SoT kali ini saya ambil dari buku The Ringmaster’s Daughter by Jostein Gaarder, atau yang diterjemahkan menjadi Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng.

Saya memang tertarik tentang segala bahasan tentang mimpi (termasuk 2 SoT terdahulu tentang tidur & kesadaran milik Dickens). Bagi saya, mimpi adalah sebuah misteri yang sangat menarik untuk digali dan dipelajari. Bagaimanapun juga, (hampir) setiap hari kita bermimpi, dan kebanyakan mimpi tersebut tidak bisa kita jelaskan mengapa bisa hadir dalam tidur kita.

Dalam buku ini, Petter sang narator memang bukan seperti kita, manusia kebanyakan. Ada berbagai aspek dalam mimpi yang disebutkan Petter yang hanya bisa kita terima saja, tanpa merasa senasib dengan diri kita. Namun, pandangannya tentang mimpi kurang lebih sama seperti saya, bahwa banyak sesuatu yang mungkin bisa digali dari mimpi. Terkadang, mimpi memberi saya inspirasi, terkadang mimpi memberi ide atau sebuah harapan. Kebanyakan mimpi memang seringkali kita lupakan, tetapi ada jenis-jenis mimpi tertentu yang masih jelas saya ingat, entah mengapa.

Mari berbagi scene dalam bacaanmu, caranya:

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya dari buku pilihan kalian ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

5 responses to “Scene on Three (77)

  1. Terkadang saya menganggap apa yang terjadi di mimpi adalah hal yang terjadi di dimensi lain. Bukan dunia hantu, tapi lebih ke semesta yang lain, yang mirip dengan semesta kita.

    ketika saya menceritakan hal itu pada beberapa orang terdekat saya, saya dibilangin hal itu dikarenakan saya terlalu banyak batja buku #disitukadangsayamerasasedih

  2. Aku senang banget kalau Bzee bahas scene tentang mimpi (‘▽’ʃƪ) ♥

    Aku pengen bisa menggali sesuatu dari mimpi, tapi seringnya lupa dan baru ngeh kalau sudah ada apa-apanya ^_^

    Ngomong-ngomong, pantas aku merasa familiar sama scene di atas, ternyata dari buku Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng. Aku suka buku ini. Jadi ga sabar pengen lihat review Bzee😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s