Scene on Three (78)

SceneOnThreeAku mempelajarinya dari ayahku ketika remaja dulu: kami mendaki Matterhorn dan aku berhenti setiap menit untuk memotret sampai akhirnya dia mengomel, “Apakah menurutmu semua keindahan dan kemegahan ini bisa muat dalam sekotak kecil film? Rekamlah segala sesuatu di dalam hatimu. Itu lebih penting daripada mencoba menunjukkan pada orang-orang apa yang sedang kaualami.” (p.299)

Scene dari Adultery by Paulo Coelho ini sangat mewakili apa yang saya rasakan tentang kamera. Pertama memiliki handphone berkamera, saya bersemangat merekam hal-hal penting yang terjadi dalam hidup saya. Pertama kali menjalani momen atau perjalanan berkesan, saya selalu ingin merekamnya. Namun lambat laun, saya merasakan ada yang hilang. Saat saya sibuk mencari sudut terbaik di layar kamera, saya kehilangan momen untuk dinikmati secara langsung melalui mata saya, tanpa perantaraan layar. Saat saya repot-repot memikirkan momen mana yang ingin saya abadikan, saya kehilangan rasa, kehilangan pengalaman untuk meresapi apa yang saya alami saat itu. Pengalaman-pengalaman seperti itu membuat saya tidak ‘banci kamera’. Pada akhirnya, saya cukup mengambil 2-3 gambar setiap momen sebagai pengenang/pengingat semata, dan memilih merekam semuanya dalam hati, karena tak ada kamera–secanggih apa pun–yang bisa merekam emosi (video sekalipun).

Jadi suatu ketika, cukup melihat sedikit foto yang saya ambil, lalu saya akan menghidupkan momen itu kembali dalam diri saya. Bukannya seberkas gambar yang tidak meninggalkan apa-apa selain gambar semata, tanpa ingatan. Mungkin ada orang-orang yang bisa menikmati sebuah momen sambil merekamnya, tetapi sayangnya saya tidak bisa. Jadi, saya memilih untuk meminta gambar dari mereka saja, dan menikmati momennya🙂

Adakah scene berkesan dari bacaanmu hari ini?

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya dari buku pilihan kalian ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

4 responses to “Scene on Three (78)

  1. jadi inget pas ke kawah putih sekian tahun silam, lebih sibuk jeprat jepret dan ga menikmati momen berada di sana, hahaha😄

  2. Agak dilema juga ya ini. Kalau tidak dibagikan kok rasanya salah, tapi “dibekukan” dalam sebuah benda mati… tidak semua orang bisa terhubung secara emosi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s