Scene on Three (79)

SceneOnThree

Dedaunan ini semula adalah bagian dari sebatang pohon, sebatang pohon yang sekarang bersembunyi untuk mempersiapkan satu musim istirahat. Apakah pohon itu memikirkan jubah hijau yang menyelimutinya, memberinya makan, dan memungkinkan dirinya untuk bernapas? Tidak. Apakah pohon itu memikirkan serangga-serangga yang tinggal di sana dan membantu penyerbukan bunganya dan menjaga alam tetap hidup? Tidak. Pohon itu hanya memikirkan dirinya sendiri; beberapa hal, layaknya dedaunan dan serangga, jika diperlukan akan dibuang.
Aku bagaikan salah satu dedaunan di atas tanah kota ini, yang mengira dirinya akan abadi dan mati tanpa tahu dengan tepat alasannya; yang menyukai matahari dan bulan dan yang memperhatikan bus-bus serta trem-trem yang berderak-derak pergi untuk waktu yang lama, namun tak seorang pun pernah memiliki kebaikan untuk memberitahu dirinya bahwa musim dingin itu ada. Mereka hidup dengan gembira, hingga pada suatu hari mereka mulai menguning dan pohon itu mengucapkan selamat tinggal pada mereka.
Pohon itu tidak mengatakan, “sampai bertemu lagi” melainkan “selamat tinggal”, tahu benar dedaunan itu takkan kembali lagi. Dan pohon itu meminta angin untuk membantu menanggalkan dedaunan itu dari ranting-ranting mereka dan membawa mereka pergi jauh. Pohon itu tahu dirinya dapat tumbuh hanya jika dia beristirahat. Dan jika pohon itu tumbuh, dia akan dihormati. Dan dapat menghasilkan lebih banyak bunga-bunga cantik.
(p.256)

Scene hari ini masih saya ambil dari buku Adultery by Paulo Coelho. Meski agak depresif dan pesimistis, saya suka penggambaran yang dipakainya. Melihat sesuatu dari sisi gelap bukan berarti tidak indah, bukan? Tetapi kesan ini kan hanya dari luarnya saja, tetap akan jauh lebih indah jika kita melihat sisi terang dari sesuatu. Saya hanya mengagumi perumpamaan pohon dan dedaunan ini. *ambil sapu*

Karena satu dan lain hal, saya belum sempat mampir ke post SoT sebelumnya, tapi nanti pasti saya mampir kok. Silakan berbagi kembali di SoT edisi akhir Maret ini.

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya dari buku pilihan kalian ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

2 responses to “Scene on Three (79)

  1. Buku-buku Paulo memang pilosofis banget yah. Suka juga suka kalimat di atas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s