Scene on Three (80)

SceneOnThree

The atmosphere of the whole house being summer-like, Laurie led the way from room to room, letting Jo stop to examine whatever struck her fancy; and so at last they came to the library, where she clapped her hands, and pranced, as she always did when especially delighted. It was lined with books, and there were pictures and statues, and distracting little cabinets full of coins and curiosities, and Sleepy-Hollow chairs, and queer tables, and bronzes; and, best of all, a great, open fireplace, with quaint tiles around it.
“What richness!” sighed Jo, sinking into the depths of a velvet chair and gazing about her with an air of intense satisfaction.
“Theodore Laurence, you ought to be the happiest boy in the world,” she added, impressively.
“A fellow can’t live on books,” said Laurie, shaking his head, as he perched on a table opposite.
(p.51-52)

Scene dari Little Women by Louisa May Alcott ini pasti langsung menarik bagi para pencinta buku. Sebuah perpustakaan pribadi dengan buku yang berjajar-jajar adalah mimpi paling ultimate bagi kita. Namun ternyata, bagi Laurie, yang memilikinya, itu bukan ukuran sebuah kebahagiaan. Saya menangkap bahwa Alcott hendak menyampaikan bahwa buku-buku adalah harta benda juga, dan kebahagiaan tidak dapat dicapai dengan harta semata.

Dalam posisi Laurie yang memiliki akses dan waktu tak terbatas untuk membaca buku apa pun yang dia suka, tetapi di sisi lain, melihat keluar jendela dan mendapati gadis-gadis March yang berlarian dan bercanda dengan riang, kebahagiaan mungkin adalah hal lain. Seperti kita, kebahagiaan tidak sekadar bisa membeli dan membaca buku, tetapi juga saling berbagi bersama kawan-kawan sesama pencinta buku. Bercerita tentang buku-buku, hidup bersama dengan buku–bukan di dalamnya–itulah kebahagiaan.

Karena itu pula BBI menjadi salah satu kebahagiaan kita. Jadi, jangan lupa ikut meramaikan event ultah BBI yang keempat ya. Bacaan B.Zee ikut dalam event read along dan, tentu saja, ada giveaway.

Ingin berbagi scene menarik hari ini?

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya dari buku pilihan kalian ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

One response to “Scene on Three (80)

  1. setuju banget sama ini, kita tidak hidup untuk buku-buku, tapi buku-bukulah yang harus menjadi salah satu modal untuk memperbaiki kita sebagai manusia yang kodratnya makhluk sosial😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s