Perubahanku Setelah Bersama Bebi

posbar ultah

Selamat ulang tahun, Bebi! Empat tahun dan terus berkembang, semoga bertambah maju dan ikut andil dalam memajukan dunia perbukuan Indonesia. Tak bisa dipungkiri, lewat BBI lah Bacaan B.Zee bisa seperti ini. Tetapi hari ini kami harus berbicara tentang kami, tentang manusia di balik blog buku ini. Apa yang berubah dari saya sejak bergabung dengan BBI?

Jawaban klisenya (tapi memang itu yang utama), tentang membaca, mereview, dan menimbun, sudah pernah saya ceritakan di sini. Itu, dua tahun yang lalu, dan sekarang, lemari buku saya sudah menjerit kesesakan (haha..), jadi mau tidak mau, saya pun berubah lagi, dari manusia yang berprinsip “kapan lagi menemukan buku ini”, menjadi manusia yang penuh pertimbangan “buku apa yang sekiranya harus dibeli sekarang, dan buku mana yang sepertinya bisa dibeli kapan-kapan”. Itu adalah ilmu yang tidak sepele, yang baru saya dapatkan dengan pengalaman berbelanja buku secara impulsif selama lebih dari dua tahun.

Ilmu yang tidak kalah penting lagi adalah ilmu tentang penerbitan buku, yang saya dapatkan dari mengenal, secara langsung maupun tidak langsung, orang-orang ‘dalam’ penerbitan, yang banyak di antaranya adalah member BBI juga. Saya jadi tidak banyak menyalahkan sepihak lagi jika harga buku mahal, saya juga tidak semena-mena menghakimi para pelaku di balik buku jika ada hal yang kurang berkenan, meskipun sekali dua kali, saya tetap bersuara jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan yang saya harapkan. Berkat BBI juga, saya jadi kenal seorang editor di sebuah penerbit yang menawari saya untuk menjadi penerjemah🙂. Meski baru sedikit, ‘hanya’ dua cerita pendek saja untuk diterjemahkan, tetap saja bangga dan terharu. Karena saya yakin ini hanyalah awal, pembuka jalan untuk karya-karya saya berikutnya. Apalagi di BBI banyak senior yang membagi ilmunya dalam hal-hal tersebut.

Lebih jauh lagi, saya, orang yang selama bertahun-tahun selalu gagal saat mencoba berdagang saat kuliah–selalu rugi karena perencanaan yang kurang bagus, bisa merasakan mendapatkan keuntungan yang sangat besar (meski akhirnya untuk kas BBI), melalui penjualan merchandise dalam divisi dana usaha. Rasanya bangga sekali, saat tenaga yang saya curahkan untuk berputar-putar kota di siang terik, bolak-balik di-php tukang cetak, hingga akhirnya punya pengalaman memproduksi sendiri sebuah barang dengan harga yang lebih murah; bisa ikut membangun BBI dan membantu dalam kegiatan-kegiatannya yang semakin keren. Belum lagi teknik packing barang, teknik pemilihan ekspedisi, sampai dengan radar yang terasah saat melihat peluang barang-barang untuk dijual dan tempat-tempat yang bisa dijadikan mitra. Meski tidak mendapatkan uangnya, siapa tahu ilmu itu nantinya bisa saya pergunakan untuk bisnis pribadi saya (eh..), yah, siapa tahu ada yang berminat, saya bisa menguruskan percetakannya, masalah harga bisa diurus *disiramFa**aBiru*. Kalau mau lebih yakin, coba cek produk kami yang sudah ada di http://blogbukuindonesia.com/merchandise/

Saya tidak tahu lagi harus bilang apa, banyak hal yang terlihat kecil bisa menjadi sangat istimewa karena datang di waktu yang tepat. Tawa saat sedang sedih, pengalihan di saat saya tertekan, pelarian di saat saya lelah, pertolongan di saat saya membutuhkan, tetapi bukan hanya itu. Dengan hal-hal kecil semacam itu, saya belajar untuk menghargai nilai sebuah hal kecil. Mungkin saya tidak bisa berperan banyak, tetapi hal kecil apa yang bisa saya lakukan, yang sekiranya akan sangat saya hargai jika kondisinya terbalik. Dan itu banyak saya pelajari dari keluarga saya yang kedua, Blogger Buku Indonesia.

Terima kasih, Bebi, telah ada untukku, dan memberi ruang untukku membuatmu tetap ada. Love you all!

Perayaan kecil-kecilan oleh BBI Solo (credit: @alvina13)

Perayaan kecil-kecilan oleh BBI Solo (credit: @alvina13)

14 responses to “Perubahanku Setelah Bersama Bebi

  1. huhuhuhu, aku terharu…. *senderan di bahu saphira
    makasih ya mbaak udah jadi partner di danus. *kunyah lakban

  2. dua sejoli mbak busyra ama mbak alvina di danus. tanpa kalian, danus kita mungkin akan sepiiih *lebay*

  3. Dion Yulianto

    Berpelukaaaannnnnnnnnnn

  4. Suka kalimat terakhirnya mbak….

  5. tezarariyulianto

    hahaha, trims teman2 merchandise

  6. terus, kapan buka usaha pengepakannya? *uhuk*

  7. addduhhh aku terharu sekali
    *lap pakai kanebo*
    semangat ya bzee dan vina🙂 kapan ya maen ke solo😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s