Scene on Three (82)

SceneOnThree

Happy World Book and Copyright Day! Bulan April ini terasa dipenuhi momen berharga bagi para kutu buku dan, terutama, member BBI ya. Hari ini, saya punya sebuah scene yang berhubungan dengan membaca. Scene ini saya ambil dari buku Trilogi Soekram karya Sapardi Djoko Damono.

“Kram, kamu rupanya tidak pernah baca buku.”
Soekram agak tersinggung mendengar tuduhan itu. Sudah berapa buku tentang perjuangan kaum proletar ia lahap selama ini, masih juga dikatakan tidak pernah baca buku. Ia jelaskan itu kepada Datuk, tetapi si tua itu malah tertawa. Namun, ia tidak boleh merasa sakit hati atau apa. Mungkin juga benar apa yang dikatakan Datuk bahwa ia tidak pernah membaca buku selain yang berkaitan dengan perjuangan kaum proletar. Itu tandanya ia kurang baca, begitu mungkin yang dikatakan Datuk yang tampaknya sudah mengetahui segala yang berkaitan dengan kehidupannya.
(hal.170-171)

Saya tidak ingin menjelaskan siapa yang disebut sebagai Datuk dan buku apa yang dimaksud. Dalam konteks di buku sudah tergambar jelas, tetapi saya tidak ingin membahasnya di sini karena akan mengurangi keseruan bagi yang belum membaca buku ini. Yang menjadi garis bawah saya adalah, bahwa ternyata ada hal-hal yang tidak bisa kita dapatkan dari membaca satu jenis buku saja. Seseorang tak bisa mengklaim diri mereka mengetahui segala sesuatu, betapa pun banyaknya buku yang dia baca, selama bacaannya masih seragam dan seputar itu-itu saja.

Oleh karena itulah, sejak dulu, tantangan baca bareng BBI selalu lintas genre dan bidang, karena dalam setiap genre ada sesuatu yang bisa kita dapatkan yang tidak ada dalam genre yang lain. Begitupun para akademisi akan kehilangan banyak unsur penting kehidupan jika hanya melulu membaca buku teks. Oleh karena itu pula, agak sulit bagi saya untuk membaca dan fokus pada satu genre saja, karena rasa keingintahuan saya masih sangat besar. Nafsu belajar saya masih tinggi, meskipun bukan dari bidang yang saya geluti saat ini.

Pada akhirnya, sebenarnya bukan masalah besar jika seseorang hanya berfokus pada satu genre atau bidang, selama dia sadar apa yang menjadi pilihannya. Sah-sah saja jika Soekram menganggap apa yang belum dia baca, yang memang tak ada hubungannya dengan perjuangan kaum proletar, itu tidak penting dan dia memang tidak perlu membacanya. Itu adalah pilihannya, prioritasnya, dan apa yang dianggapnya bermakna. Yang terpenting adalah, jangan pernah berhenti membaca.

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya dari buku pilihan kalian ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s