Buku Ajar Koas Racun – Andreas Kurniawan

16101609Judul : Buku Ajar Koas Racun
Penulis : Andreas Kurniawan
Penyunting : Agus Wahadyo
Penerbit : MediaKita
Edisi : Cetakan kedua, 2012
Format : Paperback, xii + 256 halaman

Mana istilah yang benar: ‘koas’, ‘koass’, ‘coass’, atau ‘k0-@s5’?
Tidak ada yang benar, karena yang namanya koas pasti akan salah.

(hal.iv)

😀

Membaca buku ini menjadi semacam nostalgia dan pengingat masa-masa beberapa tahun lalu, saat masih menjadi koas, alias ‘pembantunya pembantu’. Tapi meski posisi koas waktu itu tak lebih dari keset (meminjam istilah dosen saya), akan selalu ada kisah-kisah indah pada masa itu. Di antara ritme gila-gilaan yang melibatkan malam-malam tanpa tidur, tugas yang seolah-olah tidak akan pernah selesai (eh, bohong ding, biasanya selesai dalam beberapa jam, sesaat sebelum deadline), berkejar-kejaran dengan konsulen, dimarahi, dicaci, dicurangi, dimanfaatkan, dan lain sebagainya, pada akhirnya semuanya berlalu untuk kita tertawakan saja. Melalui buku ini, penulis yang juga adalah mantan koas alias dokter, mengajak kita tertawa dengan kisahnya pada masa itu.

Buku ini memberi sedikit gambaran tentang sebuah makhluk yang dinamakan koas. Kenapa saya bilang sedikit? Karena saya rasa banyak yang masih belum disebutkan, mungkin itu sebabnya selalu ada buku 2, 3, dan seterusnya. Mulai dari ritual jaga malam sampai ujian stase, suka duka menjadi (calon) dokter, macam-macam pasien, mitos yang beredar di masyarakat, karakteristik konsulen, sampai dinamika bersama rekan sejawat. Saya menikmati cara penulisan buku ini yang mengalir saja, tidak perlu dibuat-buat untuk tampak lebih lucu. Buku ini tidak menyebutkan almamater penulis (walaupun saya rasa saya tahu), dan saya tidak yakin bagaimana metode pembelajaran di sana. Yang saya rasakan agak kurang pas adalah penulis mencampurkan cerita masa preklinik dengan masa koas, yang sebenarnya periode waktunya berbeda, dan menjadi kurang konsisten dengan judulnya. Tapi tetap saja saya suka karena cerita-cerita di preklinik tidak kalah menarik dengan masa koas, terutama kini saat saya mengingatnya kembali.

Kami memang dibiasakan untuk bertindak cepat termasuk dalam hal menulis catatan atau status pasien. Akibatnya bisa diduga: tulisan tidak perlu bagus, yang penting bisa terbaca.
Terbaca?!  Lu bercanda???
(hal.98-99)

Penulis awalnya menulis catatan-catatan masa koasnya di note Facebook sebelum akhirnya dibukukan. Selain cerita, ada juga meme-meme khas yang melengkapi buku ini. Sebenarnya saya jadi ingin menceritakan semua isi buku ini, tapi buat apa? Lebih baik baca sendiri jika tertarik🙂

April : Buku yang Diterbitkan dari Online

April : Buku yang Diterbitkan dari Online

Review #14 for Lucky No.15 Reading Challenge category It’s Been There Forever (Thanks to kak Dewi buat bukunya, maaf ketimbun lama XD)

8 responses to “Buku Ajar Koas Racun – Andreas Kurniawan

  1. tezarariyulianto

    pengalamannya kak bzee kayaknya bagus dibukukan juga nih ^^

  2. fingerprintale

    aahaha, buku ini jadi santapan di asrama koas PKMku sekarang mbak Bzee. Aku sendiri belum kebagian baca, huhu.

  3. Ngebaca buku ini emang bikin kangen sama masa koass. Tapi ya… cukup kangen doang sih. Nggak mau diulang lagi khususnya di bagian “ujian lisan/tulisan/pasien yang bikin takikardia, jaga yang super melelahkan, tugas/paper dkk, konsulen yang ganas atau bagian ngejar-ngejar konsulen ke RS lain demi ujian dan tanda tangan”.😀

  4. Pingback: Lucky No. 15 Reading Challenge Wrap Up | Bacaan B.Zee

  5. Pingback: 2015 Reading Challenges: Wrap Up | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s