Witch Week – Diana Wynne Jones

witch weekTitle : Witch Week (The Worlds of Chrestomanci #3)
Author : Diana Wynne Jones (1982)
Translator : Syaribah Brice
Editor : Yohanna Yuni dan Asti Aemilia
Publisher : Gramedia Pustaka Utama
Edition : Cetakan pertama, Juni 2011
Format : Paperback, 272 pages

SALAH SEORANG DI KELAS INI PENYIHIR. (p.5)

Tulisan bertinta biru di atas kertas yang ditemukan oleh Mr. Crossley di Kelas 2Y di sekolah berasrama Larwood House ini cukup serius. Di dunia itu, sihir adalah kejahatan besar, meskipun bukan hal yang jarang ditemukan. Kelas 2Y memang kelas yang tidak biasa. Larwood House yang merupakan sekolah untuk anak-anak bermasalah dan yatim piatu penyihir ini seolah mengumpulkan semua masalah di 2Y.

Di kelas tersebut, ada pembatas tak kasat mata yang memisahkan murid laki-laki dan murid perempuan. Mereka jarang saling berinteraksi. Di antara murid laki-laki, ada Simon Silverson yang sok berkuasa, Dan Smith yang bandel, Brian Wentworth—putra dari wakil kepala sekolah—yang sering dianiaya oleh Simon dan kawan-kawannya, Charles Morgan si penyendiri yang memiliki tatapan kejam, Nirupam Singh dari India yang disegani. Sedang di antara murid perempuan ada si pengambil hati Theresa Mullett, Estelle Green yang dikatakan sebagai ‘peniru’ Theresa, Nan Pilgrim yang canggung dan merupakan keturunan salah satu penyihir ternama, Dulcinea Wilkes.

Pada usia-usia mereka, bakat sihir mulai nampak. Karena itulah, kejadian-kejadian ajaib yang terjadi di kelas tersebut, atau di antara para penghuni kelas tersebut, mendapatkan perhatian khusus. Namun, tidak semudah itu mengetahui siapa penyihir yang sesungguhnya, karena di usia tersebut, mereka baru saja menemukan bakat sihir dan belum mampu mengendalikan diri mereka. Kekacauan mulai terjadi karena salah seorang murid lepas kendali, diikuti kejadian aneh yang menunjukkan bahwa ternyata tidak hanya ada satu penyihir di kelas tersebut. Masalah pun berlipat ganda saat kaburnya seorang anak memancing datangnya inkuisitor yang akan menangkap anak yang terbukti sebagai penyihir.

Buku ini bersetting di dunia yang tampaknya hampir sama dengan dunia yang kita tinggali, tetapi mungkin di seri yang berbeda, karena sihir sangat umum di sini—meski dilarang keras. Berfokus di sebuah asrama, buku ini menunjukkan dinamika anak-anak menjelang remaja dengan segala permasalahannya; populer dan tidak populer, bullying, kenakalan anak-anak, keingintahuan, mencari perhatian, dan lain sebagainya. Meski hanya beberapa saja karakter yang disoroti, dengan satu karakter yang agak dominan, penggambaran karakter di kelas 2Y cukup kuat dengan keunikannya masing-masing. Salah satu cara penulis mengeksplorasi cara berpikir anak-anak tersebut adalah melalui jurnal yang ditugaskan untuk diisi setiap hari. Begitu pula beberapa guru yang nantinya juga berperan penting dalam cerita, digambarkan dengan caranya sendiri tanpa terkesan sebagai tambahan semata.

Kemunculan Chrestomanci dalam buku ini tidak banyak, tetapi memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas dunia-dunia paralel, sebagaimana memang merupakan tugasnya. Ada satu karakter kunci dalam sejarah yang harus ditemukan untuk mengetahui sumber kekacauan dunia yang ini, dan tanpa saya sadari, penulis sudah menyebarkan petunjuk tentang tokoh bersejarah itu sejak bab awal. Dan kejadian ini juga berhubungan dengan Witch Week, Pekan Penyihir.

Dalam buku ini, karakter Chrestomanci sang enchanter sama dengan yang kita temukan pada Charmed Life. Masih Chrestomanci yang penuh pesona dan bijaksana, tetapi jika kita belum membaca Charmed Life, akan ada kesan berbeda yang tertangkap dari sikap Chrestomanci sebagaimana prasangka anak-anak Larwood House. Di sinilah uniknya seri Chrestomanci, buku-bukunya bisa dibaca terpisah, jika kita membaca dengan urutan berbeda, maka kesan yang ditimbulkan akan sangat berbeda. Tak ada salahnya membaca buku ini dulu, tetapi mungkin Chrestomanci akan terlihat sedikit lebih ‘aneh’, dalam artian negatif.

Laki-laki itu tampak kebingungan. Hal pertama yang dilakukannya adalah mengangkat kedua tangan, kemudian merapikan rambut—yang sebenarnya tidak perlu karena angin sama sekali tidak mengusik sehelai rambut pun. Rambutnya tetap rapi dan hitam licin mengilat seperti aspal baru. Setelah merapikan rambutnya, laki-laki itu merapikan manset kemeja putihnya dan meluruskan dasi abu-abu terangnya—yang sebenarnya juga sudah lurus. Setelah itu, dengan hati-hati ia menarik rompinya yang berwarna lembayung muda dan, sama hati-hatinya, membersihkan jas cantiknya yang berwarna abu-abu merpati dari debu khayalan. Sambil melakukan semua itu, ia memandang satu per satu kelima anak di depannya dengan raut muka semakin bingung. Alisnya terangkat semakin tinggi melihat apa yang ada di hadapannya. (p.189)

Adapun tentang dunia yang bermasalah ini, akan lebih mudah diterima jika sudah membaca The Lives of Christopher Chant. Namun jika belum pun, tidak masalah, karena tidak ada dunia lain yang disinggung. Konsep dunia yang terpecah sudah cukup jelas digambarkan di buku ini. Pada akhirnya, semuanya berkembang—mulai dari karakter-karakter yang bermasalah, hingga dunia yang mereka tinggali. Saya suka bagaimana di sepanjang perjalanan, penulis memberi petunjuk-petunjuk (yang tampak) menyesatkan, kemudian di ujung kisah, semuanya jadi jelas dan tampak lucu. Sejauh ini, itulah salah satu unsur dominan yang saya suka dari penulis, selera humor yang diwujudkan dalam tulisannya yang bebas berimajinasi.

4/5 bintang untuk Chrestomanci yang ‘tersesat’.

Review #23 of Children’s Literature Reading Project

Review #21 for Lucky No.15 Reading Challenge category Super Series

One response to “Witch Week – Diana Wynne Jones

  1. Pingback: Lucky No. 15 Reading Challenge Wrap Up | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s