Inspirations – Paulo Coelho

inspirationsTitle : Inspirations: Selections from Classic Literature
Selected by : Paulo Coelho (2010)
Publisher : Penguin Classics
Editions : First paperback edition, 2011
Format : Paperback, xvi + 340 pages

An anthology is not only a collection of texts or poems, but a gift, something we arrange, according to our sensitivities, to give to others. (p.xiii)

Mengumpulkan karya-karya klasik dalam satu buku adalah sebuah seni mengenai bagaimana merangkainya menjadi satu kesatuan yang utuh, bukan bagian-bagian yang terpaksa disatukan, atau sekadar diurutkan tanpa makna. Atas dasar inilah Paulo Coelho merangkai berbagai cerita pendek atau potongan novel klasik dengan mengklasifikasikannya menurut unsur dasar semesta: air (water), tanah (earth), udara (air) dan api (fire). Keempat elemen dasar ini dipercaya mewakili simbol-simbol segala dimensi di alam raya ini.

Meskipun sering mendengar mengenai empat elemen dasar, saya sendiri belum yakin dengan pengertian yang sesungguhnya. Beberapa sumber yang saya baca pun menunjukkan bahwa keempat elemen ini dapat ditafsirkan secara berbeda dan bervariasi. Namun demikian, pasti ada sebuah konsep universal yang diwakili oleh sifat-sifat utama elemen tersebut. Dalam buku ini, sebelum memulai rangkaian kisahnya, Coelho mendefinisikannya secara singkat.

Air sebagai sumber kehidupan, tempat segalanya mungkin, dihubungkan dengan temperamen ‘lymphatic’. Air dalam menyimpan banyak hal tak terduga, mimpi dan imajinasi, tenang tapi menyimpan potensi. Rangkaian air ini diwakili oleh kisah The Ugly Duckling (Hans Christian Andersen), The Tale of King Shahriyar and his Brother Shahzaman (Tales from the Thousand and One Nights), The Prince (Niccolò Machiavelli), Through the Looking-Glass (Lewis Carroll), dan The Art of War (Sun-Tzu).

Tanah tempat kehidupan terlahir dihubungkan dengan temperamen melankolis. Tempat yang menyimpan berbagai potensi dalam gelap dan dingin, kemudian menghidupkan harapan akan cinta, keamanan, dan kebahagiaan. Dalam rangkaian ini terlihat evolusi tersebut dari kisah ke kisah; pengkhianatan dalam De Profundis (Oscar Wilde), kegelapan jiwa manusia di Dracula (Bram Stoker), juga Eichmann and the Holocaust (Hannah Arendt), harapan akan cinta pada Selected Poems of W. B. Yeats, hingga gairah di Lady Chatterley’s Lover (D. H. Lawrence).

Udara bersifat tidak stabil dan tidak dapat dikendalikan. Seperti pikiran dan jiwa, tidak tersentuh tapi dapat dirasakan. Udara dapat membisikkan ketenangan, tetapi juga dapat menghembuskan kemarahan. Elemen udara digambarkan oleh No Easy Walk to Freedom (Nelson Mandela), One Hundred Years of Solitude (Gabriel García Márquez), The Strange Case of Dr Jekyll and Mr Hyde (Robert Louis Stevenson), Nineteen Eighty-Four (George Orwell), serta The Library of Babel (from Fictions by Jorge Luis Borges).

Api yang besar dapat berbahaya dan menghancurkan, tetapi api juga memberi kehidupan dan kekuatan. Api yang membara juga merupakan simbol cinta yang tertinggi. Rangkaian ini didominasi oleh kisah-kisah yang menyangkut spiritual; Hymns to Agni, God of the Sacrifice (Rig Veda), Sayings of the Early Christian Monks (The Desert Fathers), Bhagavad Gita, Dead Sea Scrolls, Venus in Furs (Leopold Sacher-Masoch), The Prophet (Kahlil Gibran), Spiritual Verses (Rumi), Selected Poems by Rabindranath Tagore, dan Frankenstein (Mary Shelley).

Luasnya spektrum karya klasik yang dipilih membuat buku ini terlihat kaya dan beraneka rasa. Cuplikan berbagai buku tersebut dapat membantu memberi bayangan akan keseluruhan isi buku tersebut, lebih daripada sinopsis dan review yang biasanya kita cari, karena kita paling tidak sebuah bab terpilih benar-benar kita nikmati dan rasakan sendiri. Rasa penasaran saya akan The Prince dan The Art of War terjawab, keinginan saya membaca De Profundis dan puisi W. B. Yeats muncul, serta timbul bayangan yang lebih jelas akan karya Gibran dan Rumi. Beberapa karya yang sudah saya baca seperti Through the Looking-Glass, Nineteen Eighty-Four, dan Frankenstein pun menyuguhkan ‘rasa’ yang berbeda karena kita diarahkan kepada sebuah penafsiran khusus yang mungkin berbeda dengan cara kita membaca pada mulanya.

The great things of life are what they seem to be, and for that reason, strange as it may sound to you, are often difficult to interpret. But the little things of life are symbols. We receive our bitter lessons most easily through them. Your seemingly casual choice of a feigned name was, and will remain, symbolic. It reveals you. (Oscar Wilde, De Profundis, p.67)

Bagaimanapun juga, pasti ada kesan yang kurang dan pemahaman yang tertinggal dari cuplikan-cuplikan semacam ini. Meski dipilih dengan penuh pertimbangan, koleksi ini memang bukan bertujuan menunjukkan keseluruhan isi berbagai judul buku klasik tersebut. Buku ini berbicara sendiri, dengan cara dan bahasanya sendiri. 2.5/5 bintang untuk buket buku klasik a la Coelho.

As soon as you wish to be natural you become common. (Leopold Sacher-Masoch, Venus in Furs, p.196)

Review #24 for Lucky No.15 Reading Challenge category Something Borrowed

One response to “Inspirations – Paulo Coelho

  1. Pingback: Lucky No. 15 Reading Challenge Wrap Up | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s