Scene on Three (102)

SceneOnThree

I’m feeling optimistic. For the first time, I think I might get off this planet alive. With that in mind, I’m taking soil and rock samples every time I do an EVA.
At first, I figured it was my duty. If I survive, geologists will love me for it. But then it started to get fun. Now, as I drive, I look forward to that simple act of bagging rocks.
It just feels nice to be an astronaut again. That’s all it is. Not a reluctant farmer, not an electrical engineer, not a long-haul trucker. An astronaut. I’m doing what astronauts do. I missed it.

Kutipan di atas saya ambil dari The Martian by Andy Weir. Saya agak bias dengan tema angkasa, tapi karakter di buku ini, Mark Watney, memang menyenangkan. Selain cerdas, dia juga memiliki selera humor yang tinggi, kedua hal itulah yang membantunya bertahan hidup saat tertinggal di Mars dalam sebuah misi. Yup, cerdas saja tidak cukup untuk hidup. Meski baru di scene ini dia mengatakan bahwa dirinya optimis, sikapnya sejak awal sudah menunjukkan itu.

Namun tentu saja melakukan dan mengatakan itu beda. Saat melakukan, dia hanya mengais apa pun yang bisa dilakukannya untuk bertahan hidup, tanpa ada keyakinan akan apa dan bagaimana esok. Watak dan sikap hidupnya yang dicerminkan dalam reaksi-reaksinya. Saat sudah mengatakannya, dia benar-benar yakin dan berharap, karena dia menyadari dan melihat harapan itu. Tak ada orang pesimis yang akan mati-matian bertahan hidup jika tidak ada kepastian, pun orang yang jiwanya lemah akan memilih mempercepat akhir daripada menderita dalam ketidakpastian.

Mark Watney memiliki jiwa seorang astronot sejati. Tertinggal sendirian di sebuah planet asing–tidak, tidak bisa dibilang asing–planet yang kosong tidak menyurutkan semangatnya. Dia bertindak seperti astronot dengan menjadi manusia serba bisa, tetapi yang paling indah adalah saat dia sudah melakukan kegiatan lain selain usaha bertahan hidup. Saat dia tidak lagi memikirkan kebutuhan primer semata. Pasti rasanya lebih ‘hidup’. Seperti kita saat melakukan hobi.

Mana scene-mu?

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya dari buku pilihan kalian ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s