InterWorld – Neil Gaiman & Michael Reaves

8497469

Title : InterWorld
Author : Neil Gaiman & Michael Reaves (2007)
Translator : Tanti Lesmana
Publisher : Gramedia Pustaka Utama
Edition : Cetakan pertama, Juni 2010
Format : Paperback, 280 pages

Joey Harker sangat payah dalam menentukan arah, dia sering tersesat, bahkan di rumahnya sendiri. Jadi ketika guru Kajian-Kajian Sosialnya, Mr. Dimas, memberi tugas untuk menemukan jalan pulang dari tempat tertentu di pusat kota, yang terjadi justru awal dari petualangan yang lebih dahsyat. Tanpa sengaja, Joey ‘berjalan’ ke Altiverse lain dan menemukan dunianya bukan lagi dunianya yang biasa. Dengan insiden itu pula, kehidupannya kini berubah dan takdirnya ditentukan untuk menjadi seorang Pelintas.

Kucengkeram kewarasanku dan kupegangi erat-erat dengan kedua tangan. (p.39)

Idenya adalah bahwa semesta ini tidak tunggal, melainkan ada Multiverse. Di dalam Multiverse, ada dunia-dunia yang terpecah menjadi Altiverse, yang terbentuk dari alternatif-alternatif keputusan besar yang dibuat di dunia ini. Multiverse sendiri ada dua kubu besar, di satu kutub ada Binary yang murni menggunakan sains saja, di kutub satunya adalah HEX yang menggunakan sihir murni. Keduanya berambisi untuk menguasai seluruh Altiverse dan mengubahnya menjadi sesuai dengan mereka sepenuhnya. Dunia-dunia yang lain berada di antaranya, termasuk Bumi yang cenderung pada sains, tetapi masih memiliki sedikit unsur sihir. Joey dan versi-versi lain dirinya adalah bagian dari InterWorld, yang akan menjaga kestabilan semesta dari peperangan antara Binary dan HEX. Para Pelintas menjadi incaran Binary dan HEX karena mereka sendiri tidak memiliki kemampuan melintasi Altiverse, sehingga mereka menggunakan ‘ekstrak’ pada Pelintas tersebut demi tujuan mereka, supaya mereka tidak tersesat di Medan-Antara.

Medan-Antara ini penuh dengan hiperboloid, pita-pita Möbius, botol-botol Klein…apa yang mereka sebut bentuk-bentuk non-Euklides. Membuatmu merasa seolah-olah terperangkap di dalam mimpi-mimpi buruk Einstein yang paling seram. Untuk bepergian di dalamnya tidak bisa dengan sekadar melihat kompas dan berkata, “Ke arah ini!”; bukan hanya ada empat arah, atau delapan, atau bahkan enam belas. Arah yang bisa dituju jumlahnya tidak terbatas—dan untuk menjalaninya dibutuhkan fokus dan konsentrasi, seperti kalau hendak menemukan sosok-sosok tersembunyi orang Indian di dalam gambar bentangan hutan. Lebih dari itu, diperlukan imajinasi. (p.139)

Konsep Multiverse dan Altiverse serta Medan-Antara ini ternyata tidak asing bagi saya, semacam versi saintifik dari konsep Dunia yang Terhubung milik Diana Wynne Jones, atau the Wood Between the Worlds dari C. S. Lewis dalam versi yang lebih modern. Terlepas dari itu, petualangan dan konsep tugas dalam buku ini sangat menarik. Unsur emosional yang dalam juga mewarnai beberapa bagian dari buku ini, yang menjadikannya lebih berbekas ketika membacanya. Beberapa di antaranya adalah momen perpisahan Joey dengan keluarganya, saat dia menyadari nilai sebuah keluarga; lalu saat ada yang harus menjadi korban untuk sebuah tindakan yang tampak bodoh; dan hubungan-hubungannya dengan orang (atau makhluk) lain yang memiliki nilai tersendiri. Kalau saya katakan, buku ini (termasuk buku-buku Neil Gaiman yang lain), memiliki unsur literary yang cukup kental meskipun jelas-jelas buku ini bergenre fantasi…tidak, saya rasa buku ini adalah perkawinan yang unik antara genre fantasi dan science fiction, mengingat porsi sains di buku ini cukup membuat otak saya berlompatan gembira. Saya belum pernah membaca karya Michael Reaves sebelumnya, tetapi saya menduga dia yang berperan besar dalam menumpahkan segenap unsur sains dalam buku ini.

Membaca buku ini memang memerlukan kesabaran di awal, karena terlalu banyak teka-teki tanpa jawaban yang ditumpahkan di awal. Namun semakin ke belakang, akan semakin terbiasa dan semakin menyenangkan. Petualangan yang menegangkan, penuh bahaya, perbatasan hidup dan mati, serta tugas-tugas yang sulit ini dilengkapi pula dengan humor. Atau sarkasme.

“Alat penunjuk lokasi sudah diaktifkan,” katanya. “Objek sasaran berada di lantai ketiga dari yang terakhir di kediaman ini.”
“Bisa tidak kau mempersingkat kalimatmu setiap kali kau membuat pengumuman?” Jo bertanya padanya, bulu-bulu sayapnya mengembang menandakan kejengkelannya.
“Yeah,” J/O menimpali. “Aku punya chip Merriam-Webster terbaru—yang sanggup memuat dua puluh tera kamus, thesaurus, silabus, sebut saja pokoknya, diindeks silang untuk enam puluh bidang realitas, dan beberapa kalimat yang kauucapkan masih tetap belum masuk daftar.”
Jai hanya tersenyum. “Apa gunanya memiliki kosa kata kalau tidak digunakan?”
(p.146-147)

Buku ini awalnya tidak dimaksudkan untuk menjadi sebuah novel. Sekitar tahun 1995, ide mengenai InterWorld lahir dan diwujudkan menjadi skenario serial televisi. Namun sayang pihak televisi belum menerimanya. Padahal menurut saya ini salah satu ide jenius, yah, tapi orang-orang televisi memang berbeda.

5/5 bintang untuk sains vs. sihir.

Review #41 for Lucky No.15 Reading Challenge category It’s Been There Forever

2 responses to “InterWorld – Neil Gaiman & Michael Reaves

  1. Pingback: Lucky No. 15 Reading Challenge Wrap Up | Bacaan B.Zee

  2. Pingback: Book Kaleidoscope 2015 | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s