Kitchen – Jo Joo-Hee

25200133Title : Kitchen (vol. 1-3)
Author & Illustrator : Jo Joo-Hee (2009-2010)
Translator : Mayang Ratu Negara
Publisher : Penerbit Noura Books
Edition : Cetakan I, Februari 2015

“Komik pun pada akhirnya adalah sebuah cerita.”

Kitchen adalah komik yang berisi cerita-cerita pendek mengenai masakan, makanan, dan yang berhubungan dengannya. Tampaknya ini adalah proyek ‘cinta’ penulis pada makanan. Segala hal yang dituangkannya dalam buku ini adalah hal-hal yang memiliki makna pribadi untuknya. Hampir di setiap akhir cerita, penulis menggambarkan epilog berupa pengalaman masa lalunya, yang entah sebenarnya, atau diberi sentuhan hiperbola, karena hampir semuanya terlampau kocak dan ‘ajaib’.

Hal-hal yang kupilih dengan bebas dan nyaman, cerita-cerita pendek yang telah lama tertidur dalam hati kini kuracik dan kusajikan agar dapat dicicipi.

25200154Dalam ketiga buku ini ada sejumlah 37 episode, yang masing-masing buku terdiri atas 16, 11, dan 10 cerita. Suasana dan tema spesifik ke-37 cerita ini cukup bervariasi. Ada kisah tentang keluarga, kekasih, ambisi, kesetiaan, kekecewaan, dan lain sebagainya. Beberapa cerita memberikan rasa haru, beberapa menonjolkan kelucuannya, ada yang mengandung filosofi yang dalam, ada pula yang menularkan rasa hangat dalam hati. Benang merahnya adalah makanan dan masakan.

Saya kagum dengan cara penulis menyampaikan kisahnya melalui makanan. Siapa yang menyangka bahwa dari sekaleng jus jeju bisa disusun sebuah kisah pertemuan yang mengharukan, atau bibimbap (nasi campur) yang bisa menjadi katalis pertemanan, atau penganan ringan bisa menyimpan kenangan tentang bunga azalea dan rok mini. Walaupun tak semua makanan dalam kisah ini menjadi fokus utama, tetapi makanan memegang peranan penting yang mungkin tak kita lihat sebelumnya. Misalnya dalam Episode 11 – Pengobatannya, digambarkan bahwa sebuah ramuan obat mungkin lebih berkhasiat bagi si pemberi ketimbang si sakit, karena di dalam ramuan itu tersimpan harapan.

kitchen 1 episode 11 pengobatannya p.114Selalu akulah orang yang mendapat pengobatan.

Hal sesederhana benih semangka pun bisa menjadi penawar Hati yang Rindu (Episode 29)

kitchen 3 episode 29 hati yang rindu p.24

Pun Ikan Sarden (Episode 32) yang bergerombol ternyata punya filosofi yang dalam di mata seorang yang sudah terpisah dari kumpulannya.

kitchen 3 episode 32 ikan sarden p.69

Seperti yang saya katakan bahwa penulis banyak menggunakan pengalaman pribadinya sebagai rujukan, maka aroma masakan dan sentuhan budaya Korea cukup kental tersaji dalam buku-buku ini. Walaupun asing dengan hal-hal berbau Korea, setelah membaca buku ini saya jadi tahu bahwa orang Korea sangat teradiksi dengan cabai dan kimchi, juga makanan-makanan tertentu yang harus tersaji dalam upacara adat yang melambangkan sesuatu, cukup mirip dengan budaya Indonesia, meski jenis makanannya berbeda.

Selain masakan Korea, penulis juga menulis beberapa kisah tentang orang Korea yang merantau ke luar negeri, dan bagaimana masakan yang berbeda berefek kepadanya. Ada juga kisah spesial mengenai makanan terbaik yang pernah disantap penulis saat berkeliling dunia, dan makanan terburuk, yang masing-masing ada di buku kedua dan ketiga. Melihat banyaknya negara yang sudah dikunjungi penulis, dan variasi situasi kisah yang disampaikannya, saya jadi berpikir bahwa penulis memang seorang pengamat yang hebat. Mungkin adalah naluri seorang komikus untuk menangkap visualisasi sesuatu dengan berbagai sudut pandang, dan naluri seorang penulis yang memperkaya makna sesuatu dengan lebih mendalam. Pengalaman-pengalaman penulis yang banyak tercermin dari karya yang dihasilkannya.

25200159Yang menyenangkan dari buku ini adalah karena ilustrasinya full colour, sehingga selain gambarnya yang bercerita, warna-warninya menambah suasana kisah juga. Meski arsiran di tempat-tempat tertentu (misal di wajah) terlalu ‘ramai’ untuk selera saya, banyak gambar yang proporsinya sangat pas dengan emosi yang ditimbulkannya. Kualitas kertas dalam edisi terjemahan ini cukup bagus, dengan HVS yang cukup tebal sehingga warna juga tampak tebal. Sayangnya, mungkin proporsinya agak diperkecil sehingga cukup membuat mata lelah, bahkan tak jarang saya harus mendekatkan buku lebih dari jarak baca normal karena tulisannya jadi terlalu kecil untuk dibaca pada jarak biasa.

4/5 bintang untuk kisah lezat dan proses memasaknya.

2 responses to “Kitchen – Jo Joo-Hee

  1. aku baca kitchen akhir tahun kemarin. ceritanya memang sederhana2, tapi beberapa cerita cukup menyentuh dan membekas. semakin menarik ilustrasi makanan korea -yang kadang kukenal hanya sekilas2 saja- digambar dan diceritakan dengan cukup detail. sepertinya kalau kita mau merenung, semua makanan memang punya ceritanya sendiri…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s