Earwig and the Witch – Diana Wynne Jones

earwigTitle : Earwig and the Witch
Author : Diana Wynne Jones (2012)
Illustrator : Paul O. Zelinsky (2012)
Publisher : Greenwillow
Edition : First Greenwillow paperback edition, 2014, first printing
Format : Paperback, viii+120 pages

Earwig sangat ahli membuat dirinya tidak disukai. Hal itulah yang membuatnya bertahan di Panti Asuhan St. Morwarld tanpa ada yang berminat mengadopsinya. Dia sengaja melakukan itu karena dia sangat betah di St. Morwald. Di sana, semua orang memberikan apa yang diinginkannya, mulai dari Mrs. Briggs—ibu panti, tukang masak, sampai teman-temannya, terutama Custard, sahabat baiknya.

Namun suatu hari, pasangan aneh datang dan memilih mengadopsi Earwig, mereka adalah Bella Yaga dan Mandrake. Sejak pertama kali melihatnya, Earwig sudah merasakan sesuatu yang tidak wajar pada pasangan tersebut. Dan benar juga, hal-hal aneh dan tak terduga menanti Earwig di rumah barunya. Melibatkan tukang sihir dan iblis dan hal-hal yang tak terbayangkan sebelumnya, memulai petualangan Earwig keluar dari tempat nyamannya yang biasa.

Sebenarnya sulit untuk menyukai Earwig karena dia adalah anak yang ‘selalu menang’. Segala tindakannya hanya didasarkan pada kehendaknya saja. Akan tetapi sesekali kita bisa melihat kebenaran dalam sudut pandang Earwig. Dengan karakteristiknya, kita bisa mengiyakan tindakannya, bersimpati padanya, kesal padanya dan menyemangatinya sekaligus.

Earwig liked most of the babies and all the toddlers, but she did not think they were made to be admired. They were people, not dolls. (p.3)

Dalam buku kecil ini, tersimpan sebuah kisah sederhana yang sebenarnya cukup kompleks. Inti ceritanya adalah bagaimana Earwig menciptakan suasana nyaman di rumah barunya. Akan tetapi akan ada pertanyaan-pertanyaan yang tertinggal, yang rasanya bisa menjadi bahan kelanjutan kisah ini, seandainya sang penulis masih hidup. Mengenai asal-muasal Earwig yang cukup misterius sempat disinggung di awal, tetapi tak disebutkan hubungannya kemudian. Menurut saya, bisa saja itu berhubungan, sangat mungkin, dan akan sangat menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut. Begitu pula karakter Earwig, yang tak banyak mengalami perubahan. Buku ini hanya semacam ‘menemukan’ bakat Earwig.

Sebagaimana karya-karya penulis yang lain, buku ini cukup menyenangkan dengan humor dan ‘gelitikan’nya yang menghibur. Ada pula bagian-bagian menegangkan yang, meski singkat, cukup membuat suasana mencekam saat membacanya. Dilengkapi ilustrasi dari seorang pemenang Caldecott Medal ikut mewarnai suasana kisah. Walaupun bukan jenis ilustrasi yang ‘cantik’, guratan sang ilustrator sangat detail dan ekspresif, melengkapi deskripsi penulis yang juga cukup detail.

earwig in

“Oh, yucky!” Earwig cried out at the feel of the slime under her bare feet.
“Hush. You can lick them clean later.”
(p.54)

3/5 bintang untuk kecerdikan Earwig dan pelajaran sihirnya.

Review #37 of Children’s Literature Reading Project

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s