Scene on Three (115)

SceneOnThree

Sebelumnya, saya mau mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-5 untuk BBI (Blogger Buku Indonesia). Kebetulan, dua hari kemarin saya sempat mengikuti event perayaan ini. Rencananya akan ada tiga event lagi, silakan cek postingan saya berikutnya untuk memastikan saya ikut atau tidak🙂

Langsung saja, scene hari ini saya ambil dari MirrorMask karya Neil Gaiman dan Dave McKean untuk ilustrasinya. Buku ini dibuat berdasarkan film yang dihasilkan oleh keduanya juga. Dan kebetulan, saya dulu sudah pernah menonton filmnya (walaupun agak lupa detailnya), dan saya sukaaa sekali, padahal waktu itu saya belum kenal kedua orang hebat ini.

“Sometimes,” I told him, as the darkness swirled closer and closer, “you just have to say you’re sorry.”
It’s more than that, and I think by then I knew it. It’s more than saying sorry.
It’s meaning it. It’s letting the apology change things. But an apology is where it has to begin.

Saya belum sempat membuat review buku ini, tapi bisa saya katakan buku ini begitu ‘penuh’. Semacam ada sayap-sayap makna dalam setiap scene-nya yang bisa diasosiasikan dengan banyak hal di luar konteks cerita itu sendiri. Perasaan yang mirip dengan saat saya membaca The Little Prince karya Antoine de Saint-Exupery, yang dalam review saya di goodreads saya istilahkan sebagai sumber scene on three yang tak ada habisnya.

Permintaan maaf itu, sesuatu yang rumit. Semakin dewasa, saya semakin menyadari bahwa maaf bukan sekadar masalah siapa yang benar siapa yang salah. Maaf juga bukan sekadar ucapan, karena maaf juga dinilai dari apa yang diperbuat dan sikap kita selanjutnya. Tapi, seringkali, sekadar mengucapkan maaf di mulut saja sulit. Gengsi, kemarahan, kekeraskepalaan, atau apapun, biasanya hal buruk yang menjadi muaranya. Karena itulah, memulai meminta maaf walaupun tidak salah adalah sesuatu yang mulia. Karena memang sulit.

Bagikan scene-mu hari ini, dan hari-hari berunsur tiga sebulan ke depan dengan :

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya dari buku pilihan kalian ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

Link 13 April 2016

Link 23 April 2016

Link 30 April 2016

Link 3 Mei 2016

2 responses to “Scene on Three (115)

  1. Maaf, baik meminta ataupun memberi, sama sulitnya😦

    Pengin minta maaf tapi gengsi, pengin memaafkan tapi masih sakit hati😄

    Jadi keingat waktu ada ceramah agama, kata ulamanya, kalau kita bisa selalu memaafkan, kita bisa memilih pintu yang mana saja untuk masuk surga *tetibareligius*

    Scene yang pasti bakalan sy capture juga kalau baca bukunya. *langsung masukin wishlist*

    • Betul, saking susahnya sampe reward nya segitu ya. Keren banget nih, ra, bukunya, sayang agak susah dpt versi terjangkaunya, ini aku akhirnya dapet bekas. Filmnya juga keren, lha yg nggarap sama🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s