The Virgin Suicides – Jeffrey Eugenides

Title : The Virgin Suicides
Author : Jeffrey Eugenides (1993)
Translator : Rien Chaerani
Editor : Sylfentri
Publisher : Dastan Books
Edition : Cetakan 5, Februari 2010
Format : Paperback, 352 pages

‘Kami’ tinggal di lingkungan yang sama dengan keluarga Lisbon. ‘Kami’ bahkan tahu gerak-gerik keluarga misterius itu, bagaimana keseharian pasangan Lisbon dan kelima anak gadisnya, rangkaian tragedi yang terjadi di rumah itu, hingga aib-aib yang ditutupi maupun yang terbuka. ‘Kami’ pemuda-pemuda biasa yang penuh rasa ingin tahu, tetapi terseret ke dalam misteri gadis-gadis Lisbon yang dikungkung oleh orang tua mereka yang sangat religius dan cara hidup mereka yang aneh. Therese, Mary, Bonnie, Lux, dan Cecilia Lisbon seperti hendak meminta pertolongan, atau sekadar perhatian dari ‘kami’.

Isyarat gadis-gadis itu datang kepada kami dan bukan orang lain, serupa siaran stasiun radio yang tersadap. (p.269)

Sejak awal bab buku ini sudah menyebutkan bahwa kelima gadis Lisbon ini akan melakukan bunuh diri, tetapi baru Cecilia si bungsu yang berhasil mengakhiri hidupnya, dan hingga menjelang akhir keempat saudarinya menyusul dengan cara yang mengejutkan meski isyaratnya sudah terbaca sebelumnya. Sepanjang buku kita diberi petunjuk tentang kehidupan dan tekanan yang dialami gadis-gadis Lisbon melalui sudut pandang ‘kami’, yang, sebenarnya, bisa saja memberi penafsiran yang salah. ‘Kami’ yang saat ini telah menjelma lelaki paruh baya kembali mengulik kenangan masa-masa itu, berperan seperti detektif yang membaca isyarat-isyarat, interaksi-interaksi yang sempat terjadi baik di rumah maupun sekolah, menganalisis barang-barang yang dicuri dari rumah Lisbon maupun yang ditinggalkan, serta saksi-saksi mata yang berhubungan dengan beberapa kejadian.

Namun, buku ini tidak akan menjawab secara tersurat mengapa gadis-gadis itu melakukan bunuh diri. Menurut saya, buku ini lebih memberi ruang kepada ‘kami’—yang bisa dibilang kawan, rekan, atau mungkin cinta monyet gadis Lisbon—untuk menjawab pertanyaan mereka sendiri. ‘Kami’ yang saat itu hanyalah remaja tanggung, berada di lingkungan yang juga tak ideal. Mungkin benar bahwa kematian, wajar maupun tidak, akan mempengaruhi orang yang ditinggalkan. Dalam kasus ini, ‘kami’ yang sudah terlanjur masuk terlalu dalam tentunya sangat terpengaruh oleh kasus bunuh diri yang menimpa tetangga mereka. Sedikit banyak, mereka pun terlibat di dalamnya, dan karena itulah mencari jawaban adalah salah satu ‘terapi’ untuk mereka. Apakah ada sesuatu yang seharusnya dapat mereka lakukan? Apakah ada yang terlewatkan saat itu? Ataukah ada jawaban yang bisa meringankan beban mereka di masa sekarang? Meski begitu, saya tidak melihat ada perubahan berarti dari ‘kami’ pasca tragedi itu. Apalagi kesimpulan yang ‘kami’ ambil pada akhirnya sangatlah subjektif dan tendensius, atau setidaknya begitu menurut saya, yang lebih mencerminkan rasa frustrasi remaja ketimbang kebijaksanaan sebuah pengalaman.

“Segala kearifan berakhir dalam paradoks,” (p.347)

Di luar itu semua, saya merasa bahwa keindahan dari buku ini adalah pada narasi dan gaya bahasanya. Sesekali saya bisa menangkap adanya metafora ataupun kiasan yang tidak biasa. Mungkin, mungkin sekali, saya akan lebih bisa menikmatinya jika membacanya dalam bahasa aslinya. Kebetulan saya baru pertama kali membaca karya penulis yang satu ini, jadi mungkin saya masih perlu membaca karyanya yang lain untuk menilai sang penulis. 3/5 bintang untuk tanda tanya masa remaja.

Paduan suara bernyanyi dengan suara emas, tangga nada menanjak lambat laun selaras, seperti manisan busa kenyal di telinga kami. (p.191)

2 responses to “The Virgin Suicides – Jeffrey Eugenides

  1. Terus terang, Zee, ga tahu kenapa tapi aku dah baca dan ga suka ceritanya.

  2. AKu baca ini dan ngasih bintang 1. Nggak ngerti aja dengan alur ceritanya, berasa ngambang. Mungkin gara-gara “kami” itu ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s