Charlie and the Great Glass Elevator – Roald Dahl

charlie-great-glassTitle : Charlie and the Great Glass Elevator/Charlie dan Elevator Kaca Luar Biasa (Charlie Bucket #2)
Author : Roald Dahl (1973)
Illustrator : Quentin Blake (1995)
Translator : Ade Dina Sigarlaki
Publisher : Gramedia Pustaka Utama
Edition : Cetakan kedua, Januari 2010
Format : Paperback, 200 pages

Pasca petualangan di dalam pabrik cokelat di buku sebelumnya, Willy Wonka membocorkan alasan mengapa dia mengundang anak-anak tersebut, serta mengunjungi keluarga Bucket untuk menjemput mereka semua. Buku Charlie and the Chocolate Factory berakhir ketika ketujuh keluarga Bucket bersama Willy Wonka berada di dalam elevator kaca luar biasa yang akan mengantarkan mereka kembali ke pabrik cokelatnya.

Namun, suatu hal terjadi di luar dugaan, yang membuat petualangan mereka di dalam elevator kaca menjadi semakin luar biasa. Mereka terlempar terlalu jauh hingga melayang-layang di luar angkasa, hingga petualangan baru dimulai. Petualangan yang melibatkan hotel angkasa milik Amerika Serikat, yang membuat mereka harus terlibat dengan Presiden Amerika Serikat, para awak pesawat luar angkasa, dan tak ketinggalan, makhluk-makhluk luar angkasa. Petualangan yang menakjubkan, yang semakin menakjubkan karena melibatkan para lanjut usia yang jiwa petualangannya sudah hilang digerus kehidupan.

“Omong kosong dan sampah tumpah! Kalian tak bakal sampai ke mana pun kalau terus berbagaimana-kalau seperti itu. Apakah Columbus bakal menemukan Amerika kalau ia bilang, ‘Bagaimana kalau aku tenggelam dalam perjalanan? Bagaimana kalau aku bertemu bajak laut? Bagaimana kalau aku tak bakal kembali lagi’ Pasti ia tak akan berangkat. …” (p.31)

Sekembalinya ke bumi dan kembali ke pabrik cokelat, petualangan mereka berlanjut untuk mengembalikan semangat para orang lanjut usia ini. Dengan produk inovasi Willy Wonka, mereka berusaha mengembalikan masa muda dengan cara yang cukup instan. Namun, cara instan memang selalu salah, bukan?

Seperti beberapa orang tua pada umumnya, mereka adalah orang yang dengan pengalaman yang lebih banyak dan usia yang lebih panjang, hingga merasa sudah cukup bijaksana. Tanpa melihat bahwa ada hal-hal baru yang tak ada pada masa sebelumnya, lalu menolak untuk mendengar dan memahami terlebih dahulu. Dan kembali Charlie, bersama sang eksentrik Willy Wonka, yang menjadi saksi keluarbiasaan pabrik cokelat miliknya.

Jika di buku sebelumnya, Dahl memberi contoh melalui sindiran terhadap anak-anak dan pendidikan orang tua, maka di buku ini, penulis lebih menunjukkan betapa menjadi anak-anak terkadang lebih seru dan menyenangkan. Menjadi tua dan kehilangan kesempatan untuk bertualang adalah sebuah kerugian. Dan, bahwa usia seharusnya, dan bisa saja, tak menjadi penghalang untuk menjalani petualangan yang mengasyikkan.

“Sedikit ngawur di sini-sana, kenikmatan orang bijaksana,” ujar Mr. Wonka. (p.112)

3/5 bintang untuk ekspedisi mustahil bersama Willy Wonka.

Advertisements

2 responses to “Charlie and the Great Glass Elevator – Roald Dahl

  1. dulu aku suka banget habis baca buku ini ❤ jadi perbincangan sama adekku, soalnya bacanya gantian, ngomongin Knid terus.. hahaahaa

  2. Pingback: The Classics Club Project : Wrap Up | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s