Fantastic Beasts [The Original Screenplay] – J.K. Rowling

Title : Fantastic Beasts and Where to Find Them: The Original Screenplay
Author : J.K. Rowling (2016)
Illustrator : MinaLima
Publisher : Little, Brown
Format : Hardcover, 294 pages

Pengalaman membaca screenplay saya yang pertama kurang sukses, bukunya masih terbengkalai belum selesai. Saya rasa membaca screenplay lebih menantang daripada play biasa karena settingnya lebih realistis, bisa berada di mana saja dan bisa seperti apa saja, tidak dibatasi lokasi, waktu, properti panggung, serta perpindahannya bisa sangat cepat. Percobaan kedua saya adalah buku ini, yang tentu saja saya tahu akan lebih mudah karena; 1. Saya sudah menonton filmnya, 2. Ini J.K. Rowling, dan 3. Saya jatuh hati dengan Newt filmnya dan tidak keberatan mengulang-ulang pengalamannya. Jadi bisa dibilang, ini pengalaman cukup baru membaca screenplay hingga tuntas.

Memang awal membaca buku ini terasa cukup melelahkan karena cukup sering berpindah-pindah scene, tapi lama-lama, setelah masuk ke konflik dan klimaksnya, perpindahan scene jadi tak begitu terasa. Di samping menikmati naskah film sebagaimana menonton kembali filmnya, saya mendapat pengetahuan mengenai beberapa istilah dalam naskah film, seperti high wide, ext., int., off-screen, sotto voce, voice-over, yang menunjukkan bagaimana penonton akan melihat adegan-adegan tersebut, apakah dari kejauhan, dari dekat, apakah yang berbicara ditampakkan wajahnya di layar atau tidak. Sebelumnya saya kira hal-hal ini adalah tugas dari penyunting gambar, improvisasi aktor, atau arahan sutradara. Entah memang ternyata hal itu bagian dari tugas penulis naskah, atau karena ini J.K. Rowling yang memang ratu detail. Bahkan gambaran settingnya meski cukup singkat, terasa sangat hidup dan mengagumkan. Sehingga rasanya, mungkin, pembuat film jadi lebih mudah mewujudkan dalam visual yang tak jauh beda dari maksud penulis.

Saya memang belum tahu benar tentang hal-hal di balik layar film, jadi mari kita bicarakan isi naskahnya. Mengenai kejutan-kejutan serta misterinya rasanya tidak perlu dipertanyakan ya, saya sudah membahasnya sedikit di sini. Film dibuka dengan scene yang menampakkan Grindelwald dan pencariannya. Kisah dimulai saat Newt Scamander tiba di New York untuk suatu misi yang menyangkut hewan fantastisnya. Dia membawa sebuah koper yang berisi hewan-hewan itu, yang lengkap dengan pengaman untuk menyembunyikannya dari Muggle, sehingga ketika diset, yang tampak di dalamnya hanya koper biasa. Masalah muncul saat salah satu hewan itu kabur dan membuat masalah, ditambah seorang No-Maj (Muggle di Amerika)—Jacob Kowalski, dan petugas kementrian (MACUSA)—Tina Goldstein, menyaksikannya. Insiden demi insiden tak terduga yang terjadi dengan cepat menyebabkan Jacob tidak bisa di-Obliviate saat itu, dan harus mengikuti petualangan penyihir itu di kota New York.

Sementara itu, sebagaimana Muggle tak mengetahui adanya komunitas penyihir di Inggris, No-Maj juga tak mempercayai adanya sihir. Posisi para penyihir di sana semakin berat karena adanya kelompok New Salem yang menuntut adanya pengusutan komunitas penyihir di Amerika—hal yang sesungguhnya tak dipercayai oleh pejabat setempat. Namun, beberapa insiden terjadi, melibatkan adanya unsur sihir yang belakangan diketahui sebagai Obscurus atau Obscurial, yaitu kekuatan sihir yang tak terkendali akibat tekanan di sekitarnya. Malangnya, aktivitas Obscurus ini justru muncul di tengah-tengah kelompok New Salem, yang mungkin masuk akal, mengingat betapa bersalahnya seseorang jika menjadi penyihir.

Konflik yang muncul memang cukup gelap, tetapi sebagaimana Harry Potter yang pertama, penulis tidak membiarkan aura gelap mendominasi kisah yang pertama. Porsi yang lebih besar didapatkan oleh Newt dan kawan-kawannya; Jacob yang terpesona dengan sihir untuk yang pertama kalinya, Tina yang awalnya salah paham terhadap Newt—bahkan membawa mereka dalam bahaya di level MACUSA—tetapi akhirnya saling mendukung, dan Queenie Goldstein, saudari Tina yang jelita, seorang Legilimens, dan menjadi pelengkap yang manis sekaligus perkasa dalam kisah ini. Salah satu bagian favorit saya adalah saat Jacob menyaksikan betapa fantastisnya hewan yang dibawa Newt.

JACOB Newt . . . I don’t think I’m dreaming.
NEWT (vaguely amused) What gave it away?
JACOB I ain’t got the brains to make this up.
(p.109)

Narasi Rowling jelas memiliki pesonanya sendiri, tetapi di sini, dengan narasi yang sangat minimal, dia menuangkan kepiawaiannya menggunakan dialog yang bisa dinikmati dengan berbagai cara. Yang jelas, saya sudah menaruh hati kepada keempat sahabat baru ini, dan tidak sabar menunggu kelanjutan kisahnya. Selain nantinya ada hubungan antara Grindelwald dengan Dumbledore seperti pernah disinggung di Harry Potter, akan ada beberapa karakter yang kemungkinan tidak asing, yang berhubungan dengan orang-orang yang (pernah) ada di Hogwarts. 5/5 bintang untuk (semacam) nostalgia.

Advertisements

2 responses to “Fantastic Beasts [The Original Screenplay] – J.K. Rowling

  1. Novel ini sudah ada terjemahan bahasa Indonesiaya kah?

    • Saat ini belum ada ya, tapi ga tahu mungkin akan diterjemahkan menjelang film keduanya atau ga. Btw, ini bukan novel, tapi script film. Untuk buku Fantastic Beasts sendiri awal mulanya semacam ensiklopedia karangan Newt Scamander, itu yang sudah ada terjemahannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s