Mini Reviews: Newbery Medal Winners

105999Dear Mr. Henshaw (Leigh Botts #1) by Beverly Cleary (1983) (Illustrated by Paul O.Zelinsky)
First HarperTrophy edition, 2000, paperback, 147 pages

Buku berbentuk epistolary (kumpulan surat) ini—seperti judulnya—ditujukan kepada seorang penulis bernama Boyd Henshaw oleh seorang bocah bernama Leigh Botts. Leigh adalah penggemar buku-buku Mr.Henshaw.  Dia tinggal bersama ibunya yang sudah bercerai dari ayahnya. Surat-suratnya berisikan curahan hati mengenai kehidupannya, bagaimana ayahnya sering lupa meneleponnya, uang yang terlambat dikirim, bagian terbaik bekalnya yang dicuri, dan keinginannya menjadi seorang penulis.

A character in a story should solve a problem or change in some way. (p.91)

Seluruh bagian buku ini ditulis dari sudut pandang Leigh, dari surat yang ditulisnya—meski tak semua dikirimkan. Dari korespondensinya dengan Mr.Henshaw (yang beberapa kali memberi balasan singkat), interaksi dengan orang tuanya, dengan penjaga sekolah, dia mengalami perubahan; dari yang tak berteman menjadi lebih bersahabat, menjadi lebih percaya diri, mengalami kemajuan dalam hal menulis, serta yang tak kalah penting adalah kedewasaan untuk menerima kondisi diri dan keluarganya. Perubahan ini bisa terbaca dari surat-suratnya, apa yang difokuskannya, dan bagaimana dia memaknainya.

“ … You wrote like you, and you did not try to imitate someone else. This is one mark of a good writer. Keep it up.” (p.119-120)

 

7530724Shiloh (Shiloh #1) by Phyllis Reynolds Naylor (1991)
Translated to Indonesian by Ibnu Setiawan, Penerbit Kaifa, cetakan I, Juli 2003, paperback, 176 pages

Shiloh adalah seekor anjing yang menyedihkan saat Marty menemukannya. Jejak-jejak penyiksaan atasnya terlihat jelas. Sayangnya, Shiloh—yang merupakan nama yang diberikan oleh Marty, sesuai daerah tempatnya ditemukan—bukan anjing liar, dia memiliki pemilik, pemilik yang selalu memukul dan menyakitinya. Setelah bertemu Marty, Shiloh selalu kembali, mengikutinya, perasaan sayang yang timbul membuat Marty tak tega untuk melepaskannya, dan diam-diam memeliharanya, menentang larangan orang tuanya.

Bagaimana Marty bisa menyelamatkan Shiloh, bagaimana menghindarkan Shiloh dari Judd Travers—pemiliknya yang licik, dan bagaimana orang tua Marty bisa diyakinkan bahwa dia mampu untuk menjaga Shiloh? Kisah ini benar-benar menggambarkan hubungan yang manis antara manusia dengan hewan, khususnya bagi pencinta anjing. Penulis benar-benar menggambarkan dengan apik perasaan dan keterikatan seekor anjing dengan manusia. Dikatakan bahwa kisah ini terinspirasi dari kisah nyata penulis sendiri saat menemukan seekor anjing betina.

 

17670713Criss Cross by Lynne Rae Perkins (2005)
Translated to Indonesian by Esti Ayu Budihabsari, TransMedia Pustaka, Cetakan pertama, 2007, paperback, viii+338 pages

Kisah tentang remaja, seperti pada umumnya remaja, sekolah, bergaul, keluarga, jatuh cinta. Kisah yang dituturkan di buku ini porsinya cukup pas, tidak berlebihan pada satu aspek saja. Meski pada umumnya remaja memang cenderung menggalaukan hal tertentu, terutama cinta (monyet), tetapi di sini kisah sehari-harinya juga diceritakan sehingga konfliknya tidak itu-itu saja.

Kejadian sehari-hari pun ternyata bisa memberikan kesan tertentu jika diceritakan dengan cara tertentu, hal sesederhana berdandan, kehilangan kalung, mendengarkan radio, diam-diam menyetir tanpa SIM, nongkrong. Hal itu jugalah yang dialami oleh Debbie, bukan hal besar yang terjadi padanya yang penting, tetapi bagaimana dia memandangnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s