Miracle Girls – Nami Akimoto

Title : Miracle Girls (Manga Vol. 1-9)

Author : Nami Akimoto (1991-1994)

Translator : Irawati

Publisher : Elex Media Komputindo

Edition : Cetakan pertama, 2016

Manga ini adalah salah satu manga yang kubeli atas dasar romantika masa kecil. Dulu, anime adaptasi dari manga ini adalah salah satu yang saya ikuti semasa sekolah. Membaca manga ini saat dewasa, dengan ingatan samar-samar animenya yang sebagian besar ceritanya sudah terlupakan, memberikan kesan yang sangat berbeda. Dan hal ini pula yang membuat saya memiliki sudut pandang yang baru tentang manga. Spoiler alerts! Karena kurasa pesona manga ini bukan kejutannya, pun akhirnya sangat mudah ditebak.

Tomomi dan Mikage Matsunaga adalah kembar identik yang memiliki keajaiban. Keduanya bisa melakukan telepati dan teleportasi. Awalnya ini adalah rahasia mereka berdua, sampai pada saat mereka kelas 3 SMP, Mikage—yang berbeda sekolah dengan Tomomi—meminta tolong saudarinya untuk mewakilinya dalam lomba estafet. Meski kembar identik, sifat dan bakat keduanya sangat berbeda. Tomomi tak terlalu cemerlang dalam pelajaran, tetapi sangat jago olahraga. Kebalikan Mikage yang jenius dalam hal akademik tapi payah dalam olahraga. Penyamaran Tomomi ini menyebabkan seorang guru yang terobsesi pada fenomena ajaib mengejar mereka, Tomomi jatuh cinta pada musuh bebuyutan Mikage, dan kekacauan lain yang mengikutinya. Jadi kini sudah ada tiga orang yang akhirnya mengetahui rahasia keduanya; sang guru—Pak Kageura, Noda—teman sekelas yang dibenci Mikage, dan Kurashige—senior Noda di klub atletik yang disukai Mikage.

Buku ini terdiri dari tiga bagian yang diterbitkan menjadi sembilan volume. Setiap bagian menceritakan petualangan yang berbeda, dan setiap petualangan melibatkan lebih banyak orang yang akhirnya mengetahui rahasia keajaiban Matsunaga bersaudari. Pada bagian pertama diawali dengan kisah di atas, dan karena suatu hal Pak Kageura memendam ambisinya dan berbalik membantu si kembar ajaib. Di bagian kedua, mereka bertemu seseorang, yang ternyata juga seorang esper (memiliki kemampuan ajaib), mengejar mereka. Masaki Takamura, yang menjadi kaki tangan seseorang di sebuah organisasi yang hendak menguasai dunia (ambisi yang sangat umum di kartun 90-an, hahaha). Nanti di bagian ketiga akan muncul kembali Mister X yang masih mendendam pada si kembar. Dengan latar belakang Kerajaan Diamas—yang disebut-sebut tersembunyi di sekitar Inggris—yang memiliki legenda Ratu Kembar. Di sini Matsunaga bersaudari akan mendapatkan dan melihat keajaiban yang lain.

Saya sudah jarang sekali membaca manga, jadi mungkin saya lupa—atau tidak menyadari, bahwa logika manga sangat berbeda dengan logika novel. Kisah yang bertema fantasi ini tidak seperti novel yang memerlukan world-building yang mapan. Jika dipaksa dibandingkan, mungkin manga ini setara dengan imajinasi bebas tanpa aturan ala picture book atau buku anak pendek yang sasarannya di bawah delapan tahun, yang tidak mementingkan logika cerita, tetapi murni kesenangan dan pengalaman fantastis.

Faktor lainnya adalah sasaran pembaca. Manga ini ditujukan untuk pembaca remaja, karakternya dibuat sebagai remaja dengan segala dinamikanya, tetapi dengan peran dan tanggung jawab yang sedikit lebih besar. Anak usia SMP-SMA yang memiliki kekuatan tetapi bisa menyembunyikan dari orang tuanya, bahkan mempertaruhkan nyawa dalam misi ‘penyelamatan dunia’, dengan melibatkan sedikit sekali orang dewasa. Bahkan dalam bagian ekstra (curhatan) penulis menyatakan bahwa dia merasa terlalu banyak memasukkan tokoh dewasa.

Pada beberapa bagian, tampak chemistry antarkarakternya sangat kuat, terutama di volume 2 dan bagian 3. Baik itu antara saudara, teman, kekasih, keluarga. Di saat yang lain, kita juga disuguhkan petualangan yang gegabah, instingtif, tetapi dilandasi kepedulian dan empati, juga rasa ingin tahu yang besar.

Selain kisah Mikage dan Tomomi, dalam serial ini penulis juga menyisipkan beberapa kisah pendek yang tak kalah manisnya.

TAPI… TAMPAKNYA ADA HAL YANG TAK BISA DIKENDALIKAN OLEH KEKUATAN SAJA

ITU ADALAH HATI MANUSIA…

KEKUATAN DALAM MEMPERCAYAI SESEORANG

MEMBUAT KEAJAIBAN…

Advertisements

One response to “Miracle Girls – Nami Akimoto

  1. Di edisi dulu namanya bukan Tomomi Mikage, hahah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s