Scene on Three (123)

Tidak mungkin menolong orang dengan mencelakakan orang lain. Tidak mungkin membangun kebudayaan dengan alasan dendam dan kebencian. Logika apa itu? Atas nama kemelaratan kamu melakukan perampokan dan mengumumkannya sebagai perang suci! (Ozone, hal.396)

Bagian yang saya ambil dari buku Orkes Madun karya Arifin C Noer ini ditulis hampir dua dekade lalu, tetapi masih relevan hingga saat ini. Buku yang sudah saya bahas di review ini memang menunjukkan berbagai fenomena sosial yang kebanyakan bisa kita tarik sejarahnya, bahkan masih kita rasakan hingga saat ini.

Kalimat di atas mewakili kegelisahan saya akan sebagian manusia hari ini yang membenarkan kejahatan atas nama kebaikan. Entah standar moral apa yang mereka pergunakan, ada hal-hal yang tidak bisa saya maklumi ataupun sepakati untuk tidak sepakat. Ada prinsip nilai yang dilanggar ketika kejahatan dibenarkan, yang menurut saya menggugurkan segala alasan yang mendasari kebaikan yang mereka tuju.

Ada masanya saya mencoba menelusuri pola pikir orang-orang semacam itu, berusaha memahami tanpa prasangka buruk, tetapi saya selalu gagal. Ada dinding tipis yang riskan untuk dilewati, yang tak ingin kulanggar, dan tak bisa kumaklumi. Mungkin, perlu sebuah pendekatan yang berbeda untuk memahaminya, atau membiarkan semuanya berjalan apa adanya, dan semaksimal mungkin menegakkan apa yang kita yakini masing-masing, lalu biarkan alam semesta yang menyeleksinya.

Bagikan link Scene on Three-mu di kolom komentar Scene on Three yang terakhir.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s