The Help – Kathryn Stockett

8171838Title : The Help
Author : Kathryn Stockett (2009)
Translator : Barokah Ruziati
Publisher : Penerbit Matahati
Edition : Cetakan pertama, Mei 2010
Format : Large paperback, 545 pages

Buku ini disusun dengan tiga sudut pandang orang pertama. Aibileen, pembantu kulit hitam di rumah Elizabeth Leefolt. Dia adalah salah satu yang dituakan dalam lingkungan kulit hitam, relatif fasih, terutama saat menulis doa-doanya. Aibileen, seperti umumnya pembantu kulit hitam saat itu, selain mengerjakan pekerjaan rumah tangga, juga mengasuh anak-anak kulit putih, sampai tiba saatnya mereka cukup besar untuk mandiri. Mae Mobley Leefolt tak berbeda dari anak-anak lain yang diasuhnya sebelumnya, kecuali bahwa Miss Leefolt hampir tak bisa mengurus anak. Mae Mobley adalah anak istimewa Aibileen, dan dia bertekad ‘menanamkan’ sesuatu pada anak itu selagi dia masih ‘buta warna’.

Pada masa itu, di tahun 1960an, segregasi warna kulit masih ada di beberapa wilayah Amerika Serikat, terutama di bagian selatan, dan yang paling parah (bahkan mungkin sampai sekarang) adalah di Mississippi—setting buku ini. Di kota Jackson ini, seorang kulit hitam bisa dipukuli hingga meninggal hanya karena salah masuk ke kamar mandi khusus kulit putih, dan tak ada yang membelanya.

Sudut pandang kedua adalah Minny, pembantu sahabat Aibileen yang ceplas-ceplos, dan sering mendapat masalah karena mulutnya, meski masakannya terkenal paling enak. Sebelumnya dia bekerja untuk Hilly Holbrook, tetapi karena suatu hal dia dipecat dan seluruh nyonya kulit putih di Jackson tak ada yang berani mempekerjakannya, karena pengaruh Hilly dan kedudukannya yang terpandang. Berkat Aibileen, Minny bisa bekerja untuk Celia Foote—orang kulit putih yang berasal dari daerah pedesaan, yang ‘berbeda’ dari nyonya kulit putih di sana. Selain itu, dia juga menikahi mantan kekasih Hilly, sehingga otomatis dia menjadi terkucilkan di kota kecil yang sangat segan kepada Hilly.

Sedangkan sudut pandang ketiga adalah Eugenia ‘Skeeter’ Phelan, sahabat Elizabeth dan Hilly, seorang kulit putih yang digambarkan tidak memenuhi standar kecantikan wanita pada masa itu. Dia juga tergolong memiliki pemikiran yang cukup maju, suka menulis, dan tidak seperti perempuan seusianya pada masa itu, dia belum menikah dan sulit dekat dengan laki-laki karena pola pikirnya yang berbeda. Skeeter adalah satu-satunya perempuan kulit putih yang secara terang-terangan berani  menentang Hilly—terlepas dari hubungan mereka yang dekat, dan tetap mendapatkan masalah karenanya. Salah satu hal yang ditentangnya adalah ide Hilly mempengaruhi semua keluarga di Jackson untuk memiliki kamar mandi khusus pembantu, sehingga para tamu kulit putih tak harus berbagi kamar mandi dengan para pembantu kulit hitam.

Berbagai hal yang terjadi menggelitik Skeeter untuk menulis mengenai kehidupan para pembantu kulit hitam, bagaimana para nyonya kulit putih memperlakukan mereka, dan bagaimana perasaan mereka yang sebenarnya. Untuk itu, dia memerlukan bantuan, dan melalui Aibileen, satu per satu rahasia dibagikan. Mereka menghadapi risiko yang sangat besar, dengan taruhan keamanan, bahkan nyawa.

Hubungan antar manusia dan kejadian saling terjalin dengan apik, menghasilkan sebuah buku yang kompleks tetapi mengalir dan tidak membosankan. Saya suka segala hal tentang buku ini; alurnya, ketegangannya, karakter-karakternya yang bulat utuh, serta riset yang dilakukan penulis akan kondisi pada masa itu. Buku ini juga menyuguhkan berbagai emosi; pahit, manis, kocak, sedih, bahagia, terharu, bangga, marah, kecewa, kasih. Buku yang sangat indah, dan salah satu yang wajib dibaca setiap orang, agar kita bisa lebih menghargai sesama manusia, terlepas dari warna kulit, latar belakang, dan keyakinannya.

Membaca buku ini tak hanya membuka tabir sejarah masa lalu, tetapi sedikit banyak juga mengingatkan akan kondisi saat ini. Baik itu di Amerika Serikat, maupun di Indonesia, bahkan mungkin di banyak tempat di seluruh dunia, praktik-praktik rasisme dan segregasi sosial masih banyak kita temukan. Memang sulit untuk melihat manusia sebagai manusia saja, tanpa embel-embel identitas, terlebih jika hal ini dilestarikan dari generasi ke generasi. Sebuah generasi yang rasis, akan menghasilkan keturunan yang rasis, begitu seterusnya. Butuh pengaruh yang sangat besar untuk mengubahnya. Entah sampai kapan kita bermimpi hidup dalam masyarakat inklusif, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya menjadi slogan semata.

You is kind. You is smart. You is important.

Advertisements

2 responses to “The Help – Kathryn Stockett

  1. Pingback: Book Kaleidoscope 2018 | Bacaan B.Zee

  2. Pingback: 2018 in Review and 2019 Plan | Bacaan B.Zee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s