Scene on Three (127) : 7th Blogoversary Edition

Saya bersyukur sekali, dengan semua yang terjadi di tahun-tahun kemarin, saya masih bisa membuat setidaknya satu post pada setiap hari jadi blog ini. Saya ingin selalu mengingat betapa blog ini dilahirkan atas dorongan cinta pada buku, dan (semoga) akan terus dirawat dengan alasan yang sama.

Scene kali ini saya ambil dari cerpen Green Tea karya Sheridan Le Fanu, yang diterbitkan dalam seri Penguin Little Black Classics.

I believe that the essential man is a spirit, that the spirit is an organized substance, but as different in point of material from what we ordinarily understand by matter, as light or electricity is; that the material body is, in the most literal sense, a vesture, and death consequently no interruption of the living man’s existence, but simply his extrication from the natural body — a process which commences at the moment of what we term death, and the completion of which, at furthest a few days later, is the resurrection ‘in power.’ (p.7-8)

Mengingat kisah ini pertama dipublikasikan pada tahun 1872, maka tentu ada perbedaan pemahaman pada zaman tersebut, terlepas dari apa yang diyakini penulis. Secara umum topik ini memang sangat menarik, dan bisa menjadi berbagai penafsiran, tergantung dari sisi keilmuan yang mana kita membahasnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s