The Great Trouble – Deborah Hopkinson

22291612Title : The Great Trouble : a mystery of London, the blue death, and a boy called Eel
Author : Deborah Hopkinson (2013)
Publisher : Yearling, an imprint of Random House Children’s Books
Edition : First Yearling edition, 7th printing, 2015
Format : Paperback, 250 pages

Kisah ini bersetting di London pada tahun 1850an. Karakter utama kita, Eel, adalah bocah yatim piatu yang mencari uang dengan mengais di tepian Sungai Thames demi sedikit uang. Saat itu diistilahkan sebagai riverfinder atau mudlark. Karena kepandaiannya, dia sempat mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan aman, tetapi seseorang menjebaknya hingga dia dikeluarkan. Eel harus mengais lumpur kembali, demi menjaga kelangsungan hidup dan rahasianya yang paling berharga.

Pada hari menjelang ulang tahunnya, terjadi wabah kolera di lingkungannya. Kebetulan Eel memiliki sambilan bekerja dengan Dr. Snow yang sangat terkenal dan hebat, tepatnya mengurus hewan-hewannya. Sehingga dia hampir tidak pernah bertemu dengan dokter yang sibuk itu. Namun, melihat kematian mengintai orang yang disayanginya, Eel memberanikan diri ‘mengganggu’ sang dokter untuk membantu kawan-kawannya di Broad Street. Laporan ini—di luar dugaan saya—ditanggapi Dr. Snow dengan antusias, demi membuktikan teorinya tentang penyebab kolera yang sebenarnya.

Sikap dan reaksi Dr. Snow pada saat pertama kali muncul membuat saya gembira. Karena saya sudah memiliki presumsi akan kisah semacam ini. Mungkin ini juga yang membuat saya pada akhirnya sangat menyukai buku ini, karena meski sederhana, banyak hal mendalam termuat di sini. Buku ini memuat kisah keluarga, persahabatan, misteri medis, dan fiksi sejarah yang diramu dengan sangat apik. Banyak kejutan dan hal di luar dugaan akan hubungan antar manusia di sini, membawa kesan hangat. Garis waktu kisah ini hanya beberapa hari saja, tetapi petualangannya padat dan menegangkan.

Oleh karena buku ini disusun untuk pembaca muda, pemecahan beberapa masalah terkesan terlalu mudah, dan banyak keberuntungan. Namun, hal ini tidak mengurangi nilai buku ini bagi saya. Terlebih riset yang mendalam memberikan uraian fakta medis dan fakta sejarah yang cukup akurat. Saya rasa pembaca awam bisa mendapatkan manfaat lebih guna memahami bagaimana riset medis dilakukan, melalui analogi dan penjelasan yang cukup sederhana.

“Today we are using science—not superstition—to stop the spread of disease. You and I may not live to see the day, and my name may be forgotten when it comes, but the time will arrive when great outbreaks of cholera will be things of the past.” (p.206)

Hal lain yang memukau saya adalah bagaimana Eel, dengan segala keterbatasannya, dengan uang pas-pasan yang diperolehnya dengan susah payah, serta kebutuhan yang sangat penting untuk ditanganinya, bisa dengan mudah mengeluarkan uang saat ada orang lain yang membutuhkannya. Kebetulan di waktu membaca buku ini, saya juga membaca Dodger karya Terry Pratchett (yang saat ini belum selesai), dengan setting yang serupa. Dalam buku itu, karakternya juga memiliki kedermawanan yang serupa. Saya jadi berpikir bahwa orang yang terbiasa hidup berkekurangan, mungkin justru semakin memiliki cukup uang untuk selalu berbagi.

Karakter Dr. John Snow dan penyelidikan terkait wabah kolera ini terinspirasi dari karakter dan peristiwa sejarah yang sebenarnya. Hal ini juga merupakan dasar penting dari epidemiologi dan kesehatan masyarakat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s