Kenang-Kenangan Mengejutkan si Beruang Kutub – Claudio Orrego Vicuña

42901124

Title : Las sorprendentes memorias de Baltazar: cuento / Kenang-Kenangan Mengejutkan si Beruang Kutub
Author : Claudio Orrego Vicuña (1974)
Translator : Ronny Agustinus
Publisher : Marjin Kiri
Edition : Cetakan pertama, November 2018
Format : Paperback, x+68 pages

Bolehlah dibilang aku mampu menemukan sejenis kebahagiaan yang orisinil. Bukan kebahagiaan karena melakukan apa yang ingin kulakukan, melainkan yang lebih dalam, yang berasal dari kemampuan untuk memahami mengapa terjadi seperti ini. (p.54)

Apakah kebebasan itu? Bebas berkeliaran di dunia tanpa sekat, di luar jeruji kurungan? Namun, apakah seorang gadis kecil yang telantar, tak ada yang mengurus, tak ada yang memberi makan, bisa disebut bebas? Ataukah beruang kutub yang dicerabut dari alam bebasnya bisa menjadi bebas karena makan minum dan perawatan yang didapatkannya dalam kandang? Apakah manusia-manusia berwajah kelabu yang berlalu lalang di jalan, sibuk dengan pikiran entah apa bisa disebut bebas?

Hal-hal ini yang coba disampaikan Baltazar, beruang kutub yang ditangkap dari dunia serba putih yang dinamis sejak remajanya, tempat es-es arktik selalu berubah tiap hari. Tempat malam-malam panjang dan siang-siang yang membawa makhluk pemburu mereka. Baltazar dibawa menuju dunia penuh warna di sebuah kebun binatang. Di sana dia memandang warna-warni langit yang begitu cepat berubah, matahari yang terbit dan terbenam terasa sekejap saja, serta gunung dan lembah luas yang tak ditemukannya di tempat asalnya. Dia juga melihat manusia, anak-anak yang begitu mirip anak beruang kutub, tetapi kehilangan banyak hal saat dewasanya. Pancaran mata yang berbeda, ketulusan persahabatan yang ditampakkan dari makanan yang dileparkan padanya, maupun isyarat tak terkatakan dan dialog tanpa suara. Dari mata Baltazar, kita diajak melihat hakikat, perangai, dan tabiat manusia dari sudut pandang orang ketiga. Mungkin hal ini yang menjadikan buku kecil ini begitu istimewa, sudut pandang yang ditawarkan, yang tanpa tedeng aling-aling menelanjangi hal yang ragu kita akui.

Saat kita melihat sesuatu dengan sungguh-sungguh, yang mungkin kita lakukan dengan lebih baik saat menjalani hari yang kelihatannya monoton, justru kita menemukan bahwa segala sesuatunya dinamis. Dengan melihat lebih dekat, kita bisa mendeferensiasi dua sisi yang berbeda dari sesuatu yang kelihatannya sama. Kita bisa melihat jauh lebih dalam, dan itulah yang dialami Baltazar hingga dia meraih ‘kebebasannya’.

Tentu hidup ini selalu layak dijalani, terutama bila ia mencakup hak dan kebebasan untuk berpikir. (p.45)

Buku ini tipis saja, tetapi setiap kata dan kalimat di dalamnya memiliki kedalaman dan makna yang begitu penuh serta berlapis-lapis. Satu bagian atau satu kalimat bisa saja dimaknai apa saja, tergantung dari sudut pandang pembacanya. Meski berlatar belakang politik, penulis bisa membuat buku ini tak semata terlihat sebagai sindiran politis. Dengan jalinan kalimat-kalimat yang indah, keluasan kemungkinan interpretasi, buku ini rasanya bisa menjadi sumber Scene on Three yang tiada habisnya. Kredit juga untuk penerjemahnya yang menggubah kata-kata dalam bahasa Indonesia dengan sedemikian indahnya.

Dengan cara itulah aku mengerti bahwa hanya dengan menjadi bebas kau bisa melayani mereka yang tersisih oleh ketidakadilan dari sesama mereka sendiri. (p.22)

Dengan kepolosan mata yang baru terbuka, kemurnian hati yang siap menerima cinta, serta ketulusan belas kasih yang penuh pengertian, si beruang kutub memberikan sebuah kesaksian yang mungkin bertolak belakang dengan hal yang diyakini banyak orang (atau banyak beruang kutub). Ada hal-hal yang hanya bisa dipahami oleh pikiran yang terbuka, tanpa prasangka dan dendam. Seperti anak-anak lugu yang berhenti di depan kandang Baltazar, entah sekadar mengagumi atau memberanikan diri menyapa, melemparkan makanan yang mereka punya. Dengan mengetahui hal-hal yang tidak diketahui banyak orang, kita menjadi bebas. Jiwa tak bisa dikekang oleh kekuatan sebatas kulit luar yang mengurung raga.

Perjalanan bersama Baltazar ini begitu menyenangkan jiwa. Membaca buku ini serasa diajak berselancar dengan kata dan pengalaman yang menghangatkan sekaligus menyedihkan. Dan tentu saja, ada kenang-kenangan si beruang kutub yang akan mengejutkan pembaca.

Karena keheningan adalah suara kebaikan, tak diragukan lagi bahwa kebaikan berlangsung diam-diam di setiap sudut dunia manusia. (p.45)

2 responses to “Kenang-Kenangan Mengejutkan si Beruang Kutub – Claudio Orrego Vicuña

  1. marjin kiri bukunya selalu menarik ya, meski kadang tipis-tipis. Aku baca Rumah Kertas juga jatuh cinta~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s