Traveling Aja Dulu! – Olivia Dianina Purba

43672931Judul : Traveling Aja Dulu!
Penulis : Olivia Dianina Purba (2018)
Editor : Shera Raynardia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Format : Paperback, xiv+242 halaman

Kalau kamu tidak percaya bahwa masih banyak orang baik di luar sana, cobalah sesekali untuk traveling sendirian. Niscaya kamu akan selalu dapat menemukan orang baik yang mau membantu tanpa mengharapkan balasan. (hal.8)

Buku ini adalah kisah perjalanan penulis, yang sejak lulus SMA sudah memiliki visi untuk dapat berkeliling dunia. Penulis yang katanya bukan dari keluarga kaya mencari jalannya sendiri, mulai dari memilih jurusan kuliah yang sekiranya mendukung, mencari celah di setiap beasiswa, membuka jalan dengan mengikuti berbagai kegiatan kampus, termasuk aktif di bidang akademik yang membawanya ke berbagai konferensi dan aktivitas pelajar/mahasiswa.

Saya sangat merekomendasikan buku ini untuk anak-anak muda, para remaja yang mungkin masih bingung apa yang ingin dilakukannya di masa depan, maupun yang sudah tahu apa yang ingin dilakukannya. Setidaknya, pengalaman penulis bisa menjadi salah satu sudut pandang, atau bahkan inspirasi untuk melakukan hal yang sama. Menurut saya, apa yang dilakukan oleh penulis ini sangat menginspirasi, bisa jalan-jalan dengan hemat, sekaligus memotivasi untuk terus berprestasi demi mendapatkan kemudahan-kemudahan tersebut. Saya sangat menekankan kata muda, karena untuk generasi yang lebih tua (termasuk saya, lol), mungkin memerlukan banyak modifikasi, karena tak bisa dimungkiri, usia sangat menentukan banyak hal di sini.

Selain menginspirasi, mengikuti jejak perjalanan penulis cukup seru juga. Ada acara ketinggalan pesawat, singgah di tempat asing tanpa rencana sebelumnya, sampai hampir salah naik kereta, membuat saya ikut khawatir saat membaca. Bisa dibilang, penulis terkadang cukup impulsif, jadi kita sebagai pembaca ikut was-was kalau-kalau ada yang salah. Tapi toh, selalu ada jalan, dan mungkin seperti itulah hidup jika kita menjalaninya. Saya agak skeptis saat penulis berulang kali menyebutkan bahwa dia beruntung. Menurut saya, segala persiapan dan usaha, sekecil apa pun, akan membantu kita. Dan itulah yang didapatkan oleh penulis, bahwa jalan itu ada karena sebenarnya dia tidak nekat begitu saja tanpa persiapan, karena impulsif tidak sama dengan ceroboh.

Selain tentang perjalanannya sendiri, buku ini juga banyak menyinggung tentang persiapan, termasuk cara dan tips membuat paspor dan visa, aplikasi dan jejaring yang bisa membantu para travelers, sampai trik mendapatkan tiket murah. Di sepanjang cerita pada perjalanannya di negara tertentu, penulis juga menceritakan budaya, kebiasaan, juga aturan di negara tersebut yang penting diketahui sebelum menuju ke sana. Mulai dari pertama kali traveling ke Bali di tahun 2008, hingga sepuluh tahun kemudian, penulis sudah menjelajah lebih dari 37 negara di seluruh dunia. Tentunya, ada kerja keras dan pengorbanan, yang saya yakin, tidak semuanya diceritakan dalam buku ini.

Di luar penilaian saya terkait buku ini, saat membaca pengalaman penulis sebagai duta wakil negara di konferensi-konferensi mahasiswa, ada beberapa hal yang mengganjal. Banyak sekali dana dikucurkan dari seluruh dunia untuk kegiatan ini. Para pemuda diajak berpikir dan merumuskan masalah-masalah di dunia ini, tetapi berapa banyak hasilnya yang benar-benar dipakai untuk memperbaiki dunia? Sependek pengamatan saya, para pejabat negara ini kebanyakan berbicara bahwa pemuda adalah aset bangsa, lalu seolah-olah melatih mereka untuk menjadi pemimpin dan sebagainya, tetapi sesungguhnya mereka tidak memandang pemikiran muda ini sebagai solusi. Mereka lebih mengagungkan cara lama, memandang pengalaman mereka jauh lebih penting, dan anak-anak muda itu dianggap belum mengerti kehidupan. Justru sektor nonpemerintah yang mungkin lebih menghargai anak-anak muda, terutama yang memang diinisiasi oleh anak-anak muda, sehingga hasilnya lebih terlihat nyata dan signifikan. Mungkin saya salah, dan semoga ini hanyalah generalisasi saya saja.

Kembali ke bukunya, jika kalian ingin tahu sensasi tersesat di Nepal yang berakhir mengesankan, menetap di Canberra yang unik dengan beasiswa master, menggebu-gebu di Kolombia dan mengunjungi tempat-tempat indah, serta berenang di sungai tengah kota Zurich, menjelajahlah bersama buku ini. Siapa tahu, suatu saat nanti, kalian bisa benar-benar berada di sana. Intip juga tulisan-tulisan lainnya di www.travelingajadulu.com, atau di www.instagram.com/traveling.aja.dulu

traveling tidak harus bermodal banyak atau memiliki keluarga yang sangat baik secara finansial. Kamu hanya perlu semangat, keuletan, dan kerja keras untuk bisa melihat dan mempelajari keindahan alam dan keunikan budaya di luar sana. (hal.237)

4 responses to “Traveling Aja Dulu! – Olivia Dianina Purba

  1. Melakukan traveling salah satu impian yang pengen saya wujudkan tahun depan. Saya bakal bekerja lebih giat untuk mengongkosinya. Secara saya ini tipe rumahan dan segan ambil resiko yang aneh2.

    Dan kadang sebagai pelampiasan, saya kerap membaca buku2 traveling seperti Wisdom Traveler karya Imam Arkananto dan Verge on Voyage karya Ruben Kristianto. Rasanya buku ini juga harus saya baca juga untuk melengkapi referensi bacaan soal traveling…

  2. Menurutku keren sih anak- anak muda yang bisa menuliskan capaian – capaian mereka selama ini. Salut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s