Satu Dekade Bacaan B.Zee

Hari ini sepuluh tahun lalu, saya memulai blog ini yang saya niatkan khusus untuk buku. Sepuluh tahun berlalu dengan segala naik turunnya. Saya rasa tanpa perlu menambahkan cerita apa-apa, hal yang berkali-kali disinggung dalam post 3-4 tahun terakhir masih berperan dalam fluktuasi yang terjadi di blog ini. Kalau bicara soal harapan (seperti pada umumnya yang selalu diucapkan pada hari jadi) pun tidak muluk-muluk, masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

Oleh karena saya sudah sampai di sini untuk menuliskan sebuah post, maka saya akan buat sedikit refleksi kegiatan membaca dan blogging saya dalam 10 tahun terakhir.

Goodreads Reading Challenge

Saya mulai bergabung di Goodreads pertengahan 2011, tetapi baru aktif (dan tahu cara mainnya) di akhir tahun. Jadi, tahun lalu tepat 10 tahun juga saya menamatkan Goodreads Reading Challenge. Di tahun pertama, 2012, saya cukup optimis bisa baca 100 buku. Tapi, ternyata cukup ngos-ngosan juga, hingga tahun berikutnya saya turunkan, dan berikutnya saya turunkan lagi karena pekerjaan yang semakin padat. Targetnya seperti yang saya capture di bawah.

Sebenarnya Goodreads Reading Challenge ini saya anggap hiburan saja, apalagi di tahun-tahun awal banyak tantangan baca saya ikuti (yang kebanyakan gagal). Karena jumlahnya saya yang menentukan sendiri, jadi saya kira-kira sesuai kemampuan, yang penting dapat badge-nya.

Saya membaca buku bantal yang ratusan-ribuan halaman sampai buku buku anak yang hanya sekian puluh halaman dan lebih dari separuhnya berisi gambar. Jadi jumlah buku mungkin tidak terlalu mencerminkan pola baca. Seperti tahun 2015 yang jumlah bukunya meroket, tetapi jumlah halamannya tidak naik signifikan, tentu saja karena tahun itu saya banyak membaca buku anak bergambar.

Jumlah buku per tahun
Jumlah halaman per tahun

Dari dua gambar terakhir terlihat ada 17 buku yang saya baca di tahun 2011, sebenarnya itu dalam kurun satu bulan saja saat baru aktif di Goodreads dan sedang menganggur. Jumlah halamannya bahkan lebih banyak dari yang kubaca tahun lalu dalam setahun penuh. Kadang rindu juga ya masa seperti itu.

Reading Challenge yang Lain

Saat memulai blog ini, saya banyak belajar dari teman-teman blogger lain, khususnya BBI. Termasuk mengikuti banyak tantangan baca yang semakin tahun semakin bervariasi dan semakin menantang. Meski tak banyak yang selesai, rasanya menyenangkan saat memilih-milih bacaan dan berjalan-jalan di blog lain. Rutinitas ini berlangsung sampai tahun 2015, selain aktivitas saya di blog berkurang, aktivitas teman blogger lain juga semakin berkurang.

Tahun 2016-2019 rasanya berjalan begitu saja, masih kadang mereview, merekap bacaan, tetapi seadanya saja. Melihat rekam blog, masih hampir setiap bulan posting, tetapi paling sering hanya Scene on Three, meme yang saya buat di pertengahan 2013. Kalau penasaran, silakan menelusuri widget di tepi kanan-kiri-atas-bawah blog ini.

Tahun 2020 saya mulai posting semua bacaan (dan pembelian buku) di Instagram (@bzee125). Sebenarnya tidak terlalu penting, karena semua bacaan masih selalu saya rekam di Goodreads. Namun, di situ sekalian saya merekap reading challenge, yang sudah beralih ke media yang lebih cepat daripada blog. Hingga sekarang, kebiasaan itu masih saya lakukan. Dan seperti biasa, tidak selesai, yang penting senang (apalagi kalau sekali waktu ada hadiahnya).

Bacaan B.Zee

Saya orang yang menyukai pola dan keteraturan. Pembaca blog ini mungkin bisa melihat bahwa format review saya seringnya begitu-begitu saja, semacam ada format baku. Ketika kesulitan meneruskan rutinitas mereview, saya membuat pola baku baru yang lebih ringan (misal: Mini Reviews). Saat pola itu pun masih sulit dilakukan, saya pun berhenti.

Saya belum bisa membayangkan ke depannya blog ini akan seperti apa. Apakah saya akan bisa meninggalkan pola baku, lebih santai dan fleksibel saat menulis, hingga blog ini bisa tetap hidup, atau saya akan bisa menemukan pola baru, belum terbayangkan saat ini.

Satu hal yang pasti, blog ini masih selalu ada untuk saya menuliskan perasaan dan pikiran saya tentang perbukuan, yang tidak bisa saya tinggalkan apa pun kesibukan lain yang ada. Blog ini juga masih hidup karena ada puluhan mata yang mengunjungi tiap hari, entah siapa kalian, entah sengaja atau tersesat, entah menemukan yang kalian cari atau tidak, entah mengerti atau tidak.

Koleksi Buku

Nyawa dari blog ini adalah buku, baik buku yang saya miliki sendiri, saya pinjam, ataupun saya sewa. Dulu sempat ada meme soal buku yang dibeli tiap bulan, yang kemudian saya ungsikan ke blog satunya ( http://www.bzee125space.wordpress.com ) agar tidak terlalu mengganggu karena waktu itu konten blog ini cukup padat. Catatan pembelian buku saya sebenarnya berantakan, apalagi kemudian ada buku yang saya jual atau berikan ke orang lain. Saat ini, seperti rekam bacaan, rekam pembelian ada di Instagram sejak tahun 2020 (meski tak dijamin benar-benar akurat).

Walau pembelian buku sudah sangat saya rem, mengingat kecepatan baca dan ketersediaan ruang, tetap saja sulit, kalau bukan mustahil, untuk mencapai keseimbangan. Pembelian buku masih lebih banyak daripada buku yang dibaca per tahunnya. Salah satu cita-cita saya adalah memiliki perpustakaan pribadi yang besar, jadi sulit juga untuk melepaskan buku yang sudah dibaca. Koleksi buku saya saat ini sudah cukup besar untuk ukuran orang Indonesia, dan tak semua buku masuk koleksi khusus, jadi sebagian biasanya saya pinjamkan untuk menambah manfaat dari buku-buku itu.

Saya juga menjual buku di http://www.instagram.com/bookishpatronus, baik yang dibeli sengaja untuk dijual, atau dari koleksi pribadi. Awalnya karena saya tidak bisa membiarkan buku diam saja di toko, dan menjadi entah apa besok-besok (bisa jadi dimusnahkan). Namun, saya kurang mencurahkan energi ke situ, sehingga usaha ini masih hilang-timbul. Saya juga pernah membuka Teras Baca kecil-kecilan, tapi karena alasan yang sama, akhirnya berhenti.

Dari pembelian atau sekadar mengamati toko buku (daring maupun luring), sebenarnya saya jadi punya banyak ide tulisan untuk blog ini di luar review buku. Jadi, mengulang kalimat di awal tadi, nyawa dari blog ini sebenarnya adalah buku, baik yang sudah dibaca, belum dibaca, bahkan yang belum dibeli. Jadi kalaupun saya tidak membaca buku sama sekali bulan ini, seharusnya tetap ada tulisan yang bisa dibuat. Mungkin tulisan semacam ini yang ada harapan untuk di-post dalam waktu yang tak terlalu jauh.

2 responses to “Satu Dekade Bacaan B.Zee

  1. Selamat ulang tahuun :’)
    Kadang rindu juga posting meme meme tentang buku, tapi seringnya baru nulis separagraf aja udh ngga tau mau nulis apa xD
    Semangaat untuk terus menulis dan membaca ya mbaa \o/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s