Tag Archives: Book Kaleidoscope 2014

Book Kaleidoscope 2014 – Day 5: Top Five Most Favorite Books

book-kaleidoscope-2014-button

Hari terakhir Book Kaleidoscope ditutup dengan buku terfavorit tahun ini, tentu saja. Meski jumlah bacaan saya tahun ini menurun dibandingkan dua tahun terakhir, tetapi saya puas karena berhasil menyelesaikan buku-buku yang telah lama tertunda, dan menjadi favorit saya pula. Inilah lima besar buku terfavorit tahun ini: (klik judul buku untuk melihat review lengkapnya)

5. Howl’s Moving Castle by Diana Wynne Jones

6621452

Terlepas dari sudah menonton filmnya terlebih dulu, ternyata saya sangat menikmati buku ini. Membacanya menimbulkan perasaan hangat sebagaimana yang biasa saya dapatkan pada sebuah buku anak yang bagus.

4. The Fellowship of the Ring by J. R. R. Tolkien

lotr1

Buku pertama dari trilogi The Lord of the Rings ini terkesan agak ‘nanggung’, tetapi merupakan pengantar sebuah petualangan yang hebat. Detailnya sangat mengagumkan. Meski terlambat, membaca buku ini adalah pengalaman yang menyenangkan.

3. The Casual Vacancy by J. K. Rowling

16173852

Setelah menunda-nunda membaca buku ini dan membaca betapa bervariasinya review tentang buku ini, secara mengejutkan, saya menikmati segala hal tentang buku ini. Sejak awal saya dibuat penasaran, perjalanan ceritanya lambat tapi ‘padat’, dan akhirnya menyentak. A new classic by Rowling. Saya berharap suatu saat Rowling akan membuat buku baru yang sejenis dengan buku ini.

2. The Picture of Dorian Gray by Oscar Wilde

dorian gray

Setelah menikmati beberapa playnya, rasanya wajib hukumnya membaca satu-satunya novel karya Wilde ini. Dan memang novel ini sangat ‘penuh’, hingga setelah membaca saya merasa bahwa jika seseorang harus menulis satu novel saja seumur hidupnya, maka karya seagung buku ini sudah lebih dari cukup. Karakter kuat, kisah mencengangkan, konflik yang sederhana sekaligus kompleks tentang kedalaman jiwa manusia, dan sebuah kesimpulan yang indah adalah sebagian hal yang saya nikmati di buku ini.

1. American Gods by Neil Gaiman

american gods

Sebagai penggemar Gaiman, rasanya tidak ‘sah’ kalau belum membaca buku ini. Ketebalannya sempat mengintimidasi saya, tetapi buku ini menuntut untuk dibaca. Hasilnya? Saya sulit melepaskan buku ini, bahkan berhari-hari setelah menutup halaman terakhir. Saya suka karakternya, pembangunan ceritanya, detailnya, dan semuanya.

Itulah lima buku favorit saya tahun ini. Kesemuanya adalah buku yang seharusnya sudah saya baca tahun-tahun lalu, tetapi karena satu dan lain hal saya tunda-tunda. Memberanikan dan menyempatkan membaca buku-buku tersebut terbukti adalah keputusan terbaik tahun ini, karena ternyata semuanya masuk dalam daftar buku favorit saya.

Inilah rangkaian Book Kaleidoscope 2014 saya, saatnya memulai tahun 2015 dengan bacaan-bacaan hebat lain yang sudah menunggu. Bagi buku favoritmu di sini.

Advertisements

Book Kaleidoscope 2014 – Day 4: Top Five Female Characters

book-kaleidoscope-2014-button

Hari keempat Book Kaleidoscope adalah freebie day. Jika di hari pertama saya memilih Top Five Male Characters, maka di hari keempat saya akan menampilkan Top Five Female Characters. Ini dia wanita-wanita hebat dalam bacaan saya tahun ini:

5. Nyai Ontosoroh (Bumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer)

Sita Nursanti (2010 teater adaptation in Zuiderpershuis Culturel Centrum, Antwerpen, Belgia) (source)

Sebagai seorang Nyai, kepribadian dan kecerdasannya jauh melebihi status sosialnya. Dia tidak ingin kalah dengan pandangan masyarakat, tidak mau menyerah dengan kebiasaan dan budaya, serta tak merelakan kebahagiaannya ditentukan oleh orang lain. Wanita dan pribumi, tetapi dia fasih berbahasa Belanda, mahir dalam berhitung dan ulet dalam manajemen. Meski memiliki masa lalu yang kelam dengan kedua orang tuanya, tak lepas dari keputusan-keputusan salah, Nyai Ontosoroh adalah sosok wanita cerdas yang patut diapresiasi.

4. Louisa Bounderby née Gradgrind (Hard Times by Charles Dickens)

Beatie Edney (1994 BBC series) (source)

Louisa bisa dikatakan memiliki jiwa pemberontak, tetapi dia tidak memiliki kemampuan untuk memberontak. Jika sesuatu yang tidak sesuai dengan hati nuraninya harus dilakukannya demi kepentingan orang yang disayanginya, dia tidak keberatan untuk menderita seorang diri. Dia juga setia pada apa yang merupakan komitmennya, bahkan meski harus kehilangan kebahagiaannya sendiri. Walau bukan karakter yang cerdas (apalagi bila dibandingkan dengan Sissy), Louisa menarik karena kemampuannya menahan diri.

3. Lady Galadriel (The Fellowship of the Ring by J. R. R. Tolkien)

Cate Blanchett in movie adaptation

Buku ini sedikit menampilkan karakter wanita, tetapi dari keseluruhan karakter yang ada, wanita inilah yang terkuat. Peri ini bisa memasuki kedalaman jiwa dan hasrat orang/makhluk lain, serta membaca pikiran mereka. Lady Galadriel juga merupakan sosok yang paling dominan di negerinya, baik secara kepribadian, peran, maupun penampilan fisik.

2. Sophie Hatter (Howl’s Moving Castle by Diana Wynne Jones)

Karakter Sophie cukup menyenangkan. Meski mendapat kutukan dari penyihir, dia tetap ceria dan menikmati hidup dengan caranya sendiri. Keras kepala dan tangguh, hal yang menyebabkannya mampu bertahan hidup dan menemukan jalan keluar dari kutukannya.

1. Robin Ellacott (The Cuckoo’s Calling by Robert Galbraith)

Cekatan dan praktis, itulah kualitas yang paling penting dari seorang sekretaris. Tetapi tak hanya itu yang dimiliki Robin, dia juga bisa membawa diri, menghargai orang lain–terutama bosnya, Cormoran, yang sangat butuh privasi, juga memiliki inisiatif dan kreativitas yang menunjang pekerjaannya.

Itu dia lima karakter wanita pilihan saya. Bagi kategori pilihan kalian di sini.

Book Kaleidoscope 2014 – Day 3: Top Five Best Book Covers

book-kaleidoscope-2014-button

Di hari ketiga Book Kaleidoscope, ada deretan cover cantik yang mewarnai bacaan saya tahun ini.

5. Orang-Orang Tanah by Poppy D. Chusfani (Gramedia Pustaka Utama)

18250158

4. The Miraculous Journey of Edward Tulane by Kate DiCamillo (Gramedia Pustaka Utama)

1492896

3. Hard Times by Charles Dickens (Penguin Classics)

Saya suka gambar covernya, meski edisi yang sama miliki mass market, ukurannya kecil dan sudah mulus lagi.

1350918

2. The Cuckoo’s Calling by Robert Galbraith (Gramedia Pustaka Utama)

Cover ini lebih terlihat cantik aslinya daripada di gambar, ada efek kelap-kelip yang tak tertangkap 🙂

cuckoo

1. Fortunately, The Milk by Neil Gaiman (Bloomsbury)

Beberapa buku dari penulis yang sama sebenarnya saya suka sekali covernya, tetapi saya pilih salah satu saja.

FTM Riddell

Itu dia lima cover yang menarik hati saya, bagi versimu di sini ya.

Book Kaleidoscope 2014 – Day 2 : Top Five Most Memorable Quotes

book-kaleidoscope-2014-button

Hari kedua Book Kaleidoscope adalah most memorable quote. Buat yang sering mampir kemari pasti tahu kalau saya suka bermain-main dengan quote di dalam review. Agak susah juga milihnya, akhirnya saya pilih yang belum pernah saya tampilkan di review sama sekali, tetapi sebenarnya sangat berkesan, dengan caranya sendiri.

5. Sharp Objects by Gillian Flynn

The face you give the world tells the world how to treat you.

4. The Book Thief by Markus Zusak

Competence was attractive.

3. Orang-Orang Tanah by Poppy D. Chusfani

Kenyataan tergantung di mana kau berada. Di sini, saat ini, apa yang kaulihat dan kaurasakan, itulah kenyataan.

2. American Gods by Neil Gaiman

What I say is, a town isn’t a town without a bookstore. It may call itself a town, but unless it’s got a bookstore, it knows it’s not foolin’ a soul.

1. The Picture of Dorian Gray by Oscar Wilde

It was his beauty that had ruined him, his beauty and the youth that he had prayed for. But for those two things, his life might have been free from stain. His beauty had been to him but a mask, his youth but a mockery. What was youth at best? A green, an unripe time, a time of shallow moods, and sickly thoughts. Why had he worn its livery? Youth had spoiled him.

Itu dia salah lima quote yang berkesan dalam bacaan saya tahun ini, bagi punyamu di sini ya.

Book Kaleidoscope 2014 – Day 1: Top Five Male Characters

book-kaleidoscope-2014-button

Sebagaimana ritual blog ini dari tahun ke tahun, maka setiap akhir tahun ada Book Kaleidoscope yang merangkum sedikit banyak kesan dalam bacaan saya setahun terakhir. Masih di-host oleh kak Fanda, hari pertama Book Kaleidoscope ini sebenarnya adalah Top Five Book Boy/Girl Friends.

Kelemahan saya adalah, saya selalu kesulitan untuk memilih kategori ini. Ada sih yang sesuai kriteria, tetapi pengalaman tahun-tahun lalu, pasti ada yang dipaksakan. Tahun ini sebenarnya saya sudah memilih-milih, dan ada beberapa karakter villain yang justru lebih berkesan dan lebih apik penggambarannya daripada heronya. Tak mungkin kan karakter itu saya jadikan boyfriend, jadi sedikit saya modifikasi kategorinya menjadi Top Five Male Characters. Untuk menyeimbangkan, di hari ke-4 nanti saya akan menampilkan Top Five Female Characters saya.

So, here they are:

5. Barry Fairbother (The Casual Vacancy by J. K. Rowling)

Rory Kinnear for the upcoming BBC miniseries

Rory Kinnear for the upcoming BBC/HBO miniseries (source)

Saya mengagumi bagaimana setelah meninggalnya, pengaruh Barry masih bisa menggemparkan seisi kota. Baik musuh maupun kawannya sangat terpengaruh dengan kematiannya. Dan yang paling mengesankan adalah bagaimana dia bisa mempengaruhi seorang gadis semacam Krystal Weedon.

4. Frodo Baggins (The Lord of the Rings: The Fellowship of the Rings by J. R. R. Tolkien)

Sean Astin, Dominic Monaghan, Elijah Wood, and Billy Boyd (2001) (source)

Sebenarnya, secara umum saya menyukai semua karakter hobbit yang mengikuti perjalanan membawa cincin tersebut. Saya menyebutkan Frodo karena dia yang paling sering disorot, juga tanggung jawab besar yang dipikulnya sendiri. Watak dasar mereka yang setia dan pantang menyerah sangat mengharukan, mengingat perjalanan yang mereka lakukan tidaklah mudah. Kesan yang saya dapatkan dari buku agak berbeda dengan dalam film. Di buku, meski dikatakan bahwa hobbit lebih nyaman di rumahnya sendiri, baik Frodo, Sam, Merry maupun Pippin tak kelihatan keberatan dengan perjalanan penuh bahaya yang mereka lakukan, pun tiga yang terakhir sebenarnya bisa saja memilih untuk kembali ke Shire yang aman. Frodo juga berkali-kali menunjukkan kesiapannya untuk ditinggalkan, demi keselamatan kawan-kawannya.

3. Richard, Duke of Gloucester (King Richard III by William Shakespeare)

Martin Freeman (2014, Trafalgar Studio) (source)

Terlepas dari kelicikan dan kejahatan yang dilakukannya, Richard adalah seorang negarawan yang kuat. Dia memiliki pengikut yang percaya dengan segala keputusannya, hingga saat-saat akhir, saat mereka dikhianati, mereka baru menyadari bahwa tindakan mereka salah. Kecacatan fisiknya tak mengurangi pengaruhnya pada orang-orang di sekitarnya, termasuk pada (calon) istri dan (calon) mertuanya yang entah bagaimana bisa dibuat takluk oleh kata-kata manisnya.

Benedict Cumberbatch, for upcoming BBC series (The Hollow Crown: The Wars of the Roses)

2. Dorian Gray (The Picture of Dorian Gray by Oscar Wilde)

Ben Barnes (2009 movie adaptation)

Muda dan tampan, sebuah perpaduan sempurna, tetapi keduanya ternyata merusak kemurnian jiwanya. Saya bisa memahami bagaimana sayangnya Basil Hallward melihat perubahan Dorian, perubahan yang mengubah jiwanya, tapi tak pernah mengurangi pesonanya. Seandainya tidak berubah jahat, Dorian adalah karakter book boyfriend yang sempurna. Apalagi dalam salah satu film adaptasinya, Dorian diperankan oleh Ben Barnes (ehm).

1. Shadow (American Gods by Neil Gaiman)

Jika saya harus membuat kategori book boyfriend, rasanya hanya Shadow saja yang saya masukkan tanpa pikir panjang. Karakternya tidak sempurna, tentu saja, seperti karakter rekaan Gaiman pada umumnya. Namun, saat pertama bertemu dengannya, saya merasakan ada sesuatu yang berbeda padanya. Pertama, dia menyayangi istrinya, sangat menyayanginya, tak peduli kesalahan besar yang telah dilakukan istrinya, yang bagi saya tak termaafkan. Dia setia. Di balik sikapnya yang ‘datar’, dia menyimpan emosi yang ditekannya sedemikian rupa–hingga tak disadarinya lagi, sebuah versi yang lebih ekstrem dari saya. Dia jarang mengeluh, semua tugasnya dikerjakannya dengan maksimal. Dia sangat setia jika merasa sudah mempercayai kawannya, bahkan jika harus mengorbankan nyawanya. Kemudian yang terpenting adalah bagaimana segala sisi dirinya muncul perlahan seiring perjalanannya. Sisi baiknya, sisi cerdiknya, juga caranya menetapkan tujuan hidup selanjutnya. American Gods sudah lama direncanakan untuk dibuat serialnya, jadi, saya menunggu pengumuman cast resminya saja, tidak mau berspekulasi 🙂

Bagaimana dengan kalian? Share di sini ya.