Tag Archives: Tales of The Jazz Age

The Curious Case of Benjamin Button – F.Scott Fitzgerald

Judul buku : The Curious Case of Benjamin Button (Kisah Aneh Benjamin Button)
Penulis : F. Scott Fitzgerald
Penerjemah : Fanny Chotimah
Penerbit : BukuKatta, 2010
Tebal buku : 96 halaman

Salah satu fiksi yang mengagumkan. Berkisah tentang sebuah anomali dari pertumbuhan seorang manusia. Lahir sebagai orang tua, dan sebagaimana orang-orang terbiasa mengatakan ‘berkurang jatah umur’ setiap kali ulang tahun, maka bagi Benjamin Button hal ini berarti secara harfiah.

Jauh sebelum membaca buku ini, saya sudah melihat filmnya. Tetapi tanpa peringatan apapun, ternyata versi film dan bukunya terdapat beberapa perbedaan. Sejujurnya saya lebih menyukai versi filmnya, karena perlakuan dari dan terhadap Benjamin terkesan lebih ‘manusiawi’.

Pada buku ini tersebutkan secara jelas penolakan dari orang-orang di sekitar Benjamin, baik ayahnya, istrinya di kemudian hari, sampai pada anaknya sendiri. Sedangkan pada versi film, ada pemisahan yang memberi kesan bahwa Benjamin tetap dicintai, apapun keadaannya.

Terlepas dari kesan itu, yang membuat saya tidak nyaman membaca buku ini adalah terjemahannya. Kalau saya sedikit tega, saya akan menyebutnya ‘berantakan’. Seperti pada halaman 13:

“..meminta Anda membawanya pulang…”
“Rumah?” ulang Tuan Button…

Sekilas saya mengira yang dikatakan Tuan Button adalah kata “home”, yang telah diterjemahkan menjadi “pulang”, mengapa berubah menjadi rumah? Padahal secara konteks sudah jelas lebih tepat tetap diterjemahkan sebagai “pulang”. Belum lagi kesalahan ketik yang bertebaran dimana-mana, membuat membaca buku ini menjadi tidak nyaman.

Didorong oleh rasa penasaran tersebut, saya mencoba mencari versi asli dari buku ini, dan ternyata di gutenberg.org saya menemukan versi ebook-nya yang berjudul Tales of The Jazz Age, yang merupakan kumpulan cerita pendek Fitzgerald, salah satunya adalah The Curious Case of Benjamin Button ini.

Seperti dalam buku ini, selain kisah Benjamin Button, ada tiga kisah lain yang juga diterjemahkan, meski kisah dalam Tales of The Jazz Age bukan hanya itu. Dan setelah saya membaca sepintas, memang bahasa yang dipergunakan adalah bahasa yang umum pada kisah klasik yang biasanya saya baca dalam bahasa Inggris. Jadi, seandainya terjemahannya agak lebih berhati-hati, mungkin saya bisa sangat menikmati buku ini.

Kisah-kisah lain tersebut berbentuk semacam drama, yang diperuntukkan untuk dipentaskan. Sebagian besar berwujud sebagaimana naskah, dengan dialog dan gambaran setting-nya. Kisahnya sederhana, dan sepertinya tidak ditujukan untuk menyampaikan makna yang terlalu dalam. Mungkin seperti judulnya “Tales of The Jazz Age”, kisah-kisah tersebut menggambarkan keadaan Eropa pada masa Jazz, yaitu era tahun 1920an dimana merupakan masa perubahan musik Jazz. Tidak hanya musik, hampir semua aspek sosial berubah, yang juga berhubungan dengan berakhirnya masa perang.

Di antara kisah lain tersebut adalah adalah Jemina, yang menceritakan kisah cinta sampai mati. Tuan Icky, berkisah tentang seorang tua yang ditinggalkan oleh anak-anaknya. Serta kisah Porselin dan Merah Muda, humor ringan tentang kakak beradik yang berebut untuk mandi.

Kisah ini menarik, tetapi untuk versi terjemahan yang ini saya hanya bisa memberi nilai 2/5.