Tag Archives: Tommy and Tuppence

Postern of Fate – Agatha Christie

Postern of FateTitle : Postern of Fate (Gerbang Nasib) (Tommy and Tuppence #5)
Author : Agatha Christie (1973)
Translator : Mareta
Publisher : Gramedia Pustaka Utama
Edition : Cetakan ketiga, Desember 2002
Format : Paperback, 376 halaman

Mary Jordan mati tidak wajar. Dia salah satu dari kami. Aku rasa aku tahu yang mana.” (p.33)

Saat hendak menikmati masa pensiun di rumah baru mereka–the Swallow’s Nest atau the Laurels—pasangan detektif Tommy dan Tuppence Beresford menemukan sebuah misteri yang memanggil mereka untuk memecahkannya. Pemilik sebelumnya meninggalkan buku-buku tua yang sepertinya merupakan peninggalan dari pemilik-pemilik sebelumnya. Misteri dimulai saat Tuppence menemukan kode tentang Mary Jordan di buku The Black Arrows karya Robert Louis Stevenson, yang tertulis pernah dimiliki oleh seorang anak bernama Alexander Parkinson.

Meski mereka berdua menyatakan ingin menikmati masa tua dengan tenang, kenyataannya misteri itu memanggil mereka, dan keduanya tetap tak bisa berdiam diri atau berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Tommy mencari arsip-arsip lama dan orang-orang yang bisa memberi informasi di London, sedangkan Tuppence mencari tahu dari ingatan orang-orang tua di sekitar tempat tinggal mereka, atau orang-orang yang mendapatkan cerita dari orang-orang tua mereka.

Informasi yang mereka dapatkan sangat simpang-siur—oleh karena sumbernya pun tidak pasti, ada yang mengatakan bahwa Mary Jordan adalah mata-mata Jerman yang tinggal bersama keluarga Parkinson, pembunuhan yang disamarkan melalui ‘kesalahan tukang kebun’ yang mengira daun foxglove sebagai bayam, keracunan digitalis, surat-surat yang disembunyikan, Oxford dan Cambridge, serta hal-hal lain yang mungkin berhubungan, atau mungkin tak berarti apa-apa.

“Tapi yang tak masuk akal, kadang-kadang justru amat masuk akal. Tergantung dari mana dan bagaimana serta mengapa itu terjadi.” –Tommy Beresford (p.182)

Ternyata, ada yang tidak suka dengan penyelidikan yang dilakukan oleh pasangan Beresford. Kejadian-kejadian aneh yang hampir mencelakakan Tuppence, serta sebuah pembunuhan yang terjadi kemudian menjadi alarm bagi keduanya bahwa kasus ini bukan lagi permainan dalam buku anak-anak. Mereka pun harus segera menemukan misteri ini, karena semakin lama, semakin banyak nyawa yang terancam karenanya. Siapakah Mary Jordan? Berada di pihak manakah dia? Bagaimana pembunuhan itu terjadi? Siapa yang terancam olehnya hingga harus membunuhnya?

Dust-jacket illustration of the first UK edition

“Persoalannya ialah, tak seorang pun yang benar-benar tahu. Kita merasa kita tahu segalanya karena kita punya pengalaman. Perang, kekacauan, damai, dan pemerintahan yang baru. Kita merasa tahu semua itu. Tapi benarkah?” (p.235-236)

Sebuah misteri yang menarik, namun dalam buku ini tampak begitu banyak informasi yang menuntut kita untuk menyaring, mana yang penting dan mana yang harus diabaikan—meski kenyataannya semuanya memegang peranan. Teori demi teori, kisah demi kisah, kejadian demi kejadian terangkai dalam buku ini, dengan detail yang terkadang tak bisa saya tangkap relevansinya. Menurut saya, petualangan Tommy dan Tuppence dalam buku inilah yang lebih penting, bagaimana cara keduanya bekerja, bagaimana reaksi-reaksi mereka, dan ketegangan-ketegangan yang muncul saat bahaya membayangi penyelidikan mereka. Misterinya sendiri tampak samar, dan pada akhirnya terpecahkan dengan sendirinya.

3/5 bintang untuk masa pensiun yang menegangkan.

“Gerbang Nasib…
Jangan lalui, O Karavan,
Jangan lalui sambil bernyanyi.
Kaudengar
Kesenyapan yang datang ketika burung-burung mati,
Namun, terdengar sesuatu mencicit bagaikan suara burung?”
–Flecker

(p.147)

Review #5 for 2013 TBR Pile Challenge

Review #4 for Mystery Reading Challenge 2013

Advertisements

N or M? – Agatha Christie

Judul buku : N or M? (N atau M?)
Penulis : Agatha Christie (1941)
Penerjemah : Mareta
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Maret 2008
(cetakan kelima)
Tebal buku : 280 halaman
Tommy dan Tuppence Beresford sedang mengalami masa-masa kejenuhan, dimana mereka tidak dipercaya lagi untuk melakukan pekerjaan yang biasa mereka lakukan di masa perang, hanya karena alasan usia. Maka ketika ada yang menawarkan pekerjaan mata-mata, dengan senang hati mereka bekerja sama. Target mereka adalah penyusup dari Jerman yang memiliki kode N dan M.

Di sebuah rumah peristirahatan bernama Sans Souci, yang telah diselidiki oleh agen sebelumnya yang terbunuh, mereka memainkan peran masing-masing. Siapakah di antara wanita besar yang menakutkan, pensiunan tentara yang biasa saja, pemuda pelarian dari Jerman, wanita muda yang serba ingin tahu, lelaki penggerutu dengan istrinya yang sangat patuh, ibu muda dengan balitanya, atau bahkan pemilik rumah yang memiliki kemungkinan besar berperan sebagai Tonggak Kelima?

Gaya khas Agatha yang klasik. Menjebak pemikiran pembaca dengan kecurigaan-kecurigaan yang salah, petunjuk-petunjuk samar, dan mengarahkan pada hal yang kemudian sama sekali berbeda.

Sebenarnya buku ini adalah seri petualangan Tommy dan Tuppence yang ketiga, tapi saya tidak ingat pernah membaca salah satu buku Agatha yang ini. Saya suka dengan karakter yang diangkat beliau, suami istri yang menemukan romansa dari ketegangan, bekerja bersama-sama demi apa yang mereka suka dan yakini benar. Terasa sekali bagaimana ikatan batin mereka, pengenalan kebiasaan, yang kadangkala membantu masing-masing untuk mengambil keputusan tanpa merusak strategi partner mereka. 4/5 bintang.